Perubahan Iklim Bikin Ukuran Burung Kian Menyusut

Kompas.com Dipublikasikan 03.03, 08/12/2019 • Kontributor Sains, Monika Novena
Ilustrasi burung camar

KOMPAS.com - Ukuran tubuh burung dari masa ke masa ternyata makin menyusut. Sementara bentang sayap mereka justru menjadi lebih lebar. Penyebab semua kejadian itu, menurut peneliti, ada hubungannya dengan perubahan iklim.

Hasil temuan itu terungkap berkat studi yang dilakukan University of Michigan selama 40 tahun. Selama kurun waktu tersebut, setidaknya ada lebih dari 70 ribu burung dari 52 spesies burung migran Amerika Utara yang dianalisa.

Burung-burung ini sudah mati dan didapatkan dari berbagai tempat. Seperti misalkan burung yang menabrak jendela atau bangunan-bangunan.

Baca juga: 11.000 Ilmuwan Sepakat, Perubahan Iklim Sudah Darurat dan Global

Peneliti menyebut kalau studi tersebut merupakan yang terbesar. Selain itu juga temuan studi juga penting untuk memahami bagaimana hewan akan beradaptasi dengan perubahan iklim.

"Kami menemukan hampir semua spesies semakin kecil. Meski dari beragam spesies tetapi mereka merespon dengan cara yang sama. Ini mengejutkan," papar Brian Weeks, peneliti dari University of Michigan seperti dikutip dari BBC.

Selama ini studi respon hewan terhadap perubahan iklim lebih sering fokus pada perubahan geografis atau waktu kejadian kehidupan, seperti migrasi dan kelahiran. Namun studi ini menyajikan aspek yang lain, yakni morfologi tubuh yang juga menjadi aspek penting lainnya.

"Ini salah satu implikasi utama. Sulit memahami bagaimana spesies akan beradaptasi tanpa mempertimbangkan hal tersebut," tambah Weeks.

Setelah analisa peneliti pun menemukan sepanjang 1978 hingga 2016, ukuran umum tubuh burung menyusut sebanyak 2,4 persen. Sedangkan di waktu yang sama, sayapnya memanjang hingga 1,3 persen.

Baca juga: Perlu Berapa Banyak Pohon agar Kita Selamat dari Perubahan Iklim?

Meski demikian peneliti belum mengetahui mengapa suhu yang lebih hangat menyebabkan ukuran burung menyusut. Salah satu teorinya hewan yang lebih kecil lebih baik dalam mendinginkan temperatur tubuhnya.

Sementara soal sayap yang tumbuh lebih panjang, menurut peneliti hal tersebut untuk mengimbangi tubuh yang kecil saat terbang. Sebab burung-burung yang paling mungkin bertahan saat migrasi adalah burung yang memiliki sayap lebih panjang.

"Migrasi itu sesuatu yang berat," jelas Weeks.

Penulis: Kontributor Sains, Monika NovenaEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli