Persija Mengenang Deretan Duet Bek Tangguhnya

Bolalob Diupdate 05.14, 11/08 • Dipublikasikan 07.30, 11/08 • Kukuh Wahyudi

Aris Indarto, Pierre Njanka, Hamka Hamzah, Fabiano Beltrame, Jaimerson, dan Maman Abdrurrahman adalah deretan bek-bek tanggung yang menghiasi lini pertahanan Persija di era 2000-an.

Meski tak semuanya menghadirkan trofi, namun penampilan individu mereka kerap mengundang decak kagum. Selain itu, kinerja mereka kala berperan sebagai duet bek patut diacungi jempol.

Baru-baru ini, Persija pun mengenang duet bek-bek tangguhnya di era Liga Indonesia.

"Pada musim 2006, Persija memiliki tembok tangguh di lini pertahanan yaitu Abanda Herman dan Hamka Hamzah. Kombinasi pemain asing-lokal ini cukup menjanjikan di masanya," tulis artikel di laman Persija.

"Bila sebelumnya Persija kerap mengkombinasikan pemain lokal dan asing di jantung pertahanan, pada musim 2011-2012 berganti. Iwan Setiawan yang kala itu menjabat sebagai pelatih Macan Kemayoran menduetkan bek tangguh Fabiano Beltrame dan Precious Emeujeraye.Fabiano yang telah malang-melintang di sepak bola Indonesia berkolaborasi dengan Precious, pemain berpengalaman dari Singapura membuat lini depan lawan kewalahan," tulisnya lagi.

"Setelah era Fabiano dan Precious berakhir, Persija tidak kehabisan bek tangguh. Manajemen Macan Kemayoran mendatangkan bek veteran Maman Abdurahman pada tahun 2015. Sering berganti pasangan mulai dari Willian Pacheco hinggan Gunawan Dwi Cahyo, pembuktian Maman akhirnya terwujud pada musim 2018. Duetnya dengan Jaimmerson membawa Persija meraih tiga gelar juara sekaligus," tulis Persija.

Setelah itu pada musim 2019, duet Macan Kemayoran berganti dengan kombinasi Fachrudin Ariyanto dan bek Brasil, Xandao. Sementara untuk Liga 1 2020, Persija mencoba due Otavio Dutra dan Ryuji Utomo.