Perseteruan dengan Wiranto Jadi Alasan OSO Tolak Wantimpres?

Tribunnews.com Dipublikasikan 08.39, 14/12/2019 • Vincentius Jyestha Candraditya
Menkopolhukam sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto (kanan) berbincang dengan Ketua DPD sekaligus Ketua Umum Hanura Oesman Sapta (kiri) sebelum mengikuti upacara pelantikan Mensos, KSP, Wantimpres dan KSAU di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018). Di tengah konflik saling pecat antara Oesman dan Sekretaris Jenderal Hanura Sarifuddin Sudding, Wiranto menegaskan tidak akan ada Musnaslub untuk mengganti Oesman Sapta. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penolakan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) masuk dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) diduga karena perseteruannya dengan mantan Menkopolhukam Wiranto.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio.

Wiranto sendiri telah ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya duga alasan lain penolakan OSO ke Wantimpres karena adanya Wiranto. Memang persaingan antara Wiranto dan OSO ini pasti belum selesai, apalagi Hanura terpuruk dan tidak lolos ke parlemen di DPR pusat karena terkendala threshold," ujar Hendri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (14/12/2019).

Hendri mengatakan saat ini sudah beredar wacana permintaan dari kubu Wiranto agar OSO meletakkan jabatannya sebagai ketua umum.

Founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut mengimbau agar Jokowi tak terlalu ikut campur atau bersinggungan dengan konflik antara Wiranto dan OSO.

Jika tidak, kata dia, Jokowi justru dapat terjebak dalam konflik parpol tersebut.

"Sebaiknya pak Jokowi tidak terlalu dekat dengan konflik antara Wiranto dan OSO. Seharusnya mereka bisa menyelesaikan sendiri. Jadi kalau pak Jokowi diminta dilibatkan (dalam konflik) sebaiknya menarik diri saja, nggak usah berurusan. Biarkan Wiranto dan OSO sendiri yang menyelesaikan itu," tandasnya.

Artikel Asli