Permintaan Terakhir Nenek 93 Tahun Ini: Ditangkap Polisi

Kompas.com Dipublikasikan 21.59, 26/06/2019 • Ardi Priyatno Utomo
Twitter/Pam Smith
Josie Bird sumringah ketika dua polisi dari Kepolisian Manchester Besar datang untuk menangkapnya. Nenek 93 tahun itu mengaku ingin ditangkap polisi sebagai permintaan terakhir.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Sepanjang hidupnya, seorang nenek di Inggris tidak pernah melakukan pelanggaran serius yang membuatnya harus berurusan dengan hukum.

Karena itu, nenek berusia 93 tahun bernama Josie Bird itu mempunyai sebuah permintaan terakhir yang tidak biasa. Dia ingin supaya ditangkap polisi.

Diwartakan Reuters via Straits Times Rabu (26/6/2019), cucunya Pam Smith di Twitter mengungkapkan, kondisi kesehatan sang nenek terus mengalami penurunan.

Karena itu, Bird merasa bahwa dia harus "ditangkap polisi kareka sebuah perbuatan melanggar hukum sebelum segalanya terlambat", demikian keterangan Smith.

"Selama ini, nenek bertingkah laku baik sepanjang hidupnya. Karena itu, dia mengaku ingin tahu bagaimana rasanya menjadi nakal," terang Smith.

Kepada Manchester Evening News, Smith menjelaskan keinginan Bird itu dipicu oleh kegemarannya menonton drama polisi. Jadi, Bird menjadi penasaran.

Kepolisian Manchester Besar pun merespon dengan mengirim dua petugas yang kebetulan sedang bebas tugas untuk datang ke rumah Bird dan "membekuknya".

Bird pun ditahan dengan tuduhan sudah melakukan pencurian di sebuah toko. Tangannya kemudian diborgol dan dibawa oleh petugas ke markas dalam keadaan gembira.

Namun alih-alih dimasukkan ke dalam sel, para polisi itu menjamunya dengan teh dan kue. "Terima kasih kepada polisi Manchester karena 'menahan' nenek saya hari ini," ujar Smith.

Inspektur Kepala Denise Pye menuturkan, pihaknya senang bisa membantu memberikan keinginan terakhir Bird meski dia ditangkap dalam waktu singkat.

"Kami sangat senang karena kami bisa membuat seorang perempuan tersenyum dan memberikan sebuah hari untuk dikenang karena keinginannya tercapai," ucap Pye.

Penulis: Ardi Priyatno UtomoEditor: Ardi Priyatno Utomo

Artikel Asli