Permintaan Mobil Menanjak, Honda Sesuaikan Aktivitas Produksi

Bisnis.com Dipublikasikan 13.23, 05/08 • Dionisio Damara
Pengunjung menyaksikan produk terbaru New Honda Civic Hatcback RS di Jakarta, Kamis (6/2/2020). PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan model terbaru dari Honda Civic Hatcback yang mengusung emblem RS dengan berbagai perubahan di bagian eksterior dan interior. Mobil tersebut dibanderol dengan harga Rp499.000.000 dan tersedia dalam lima varian warna./Bisnis-Himawan L Nugraha\\n\\n
PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan permintaan kendaraan pada Juli 2020 lebih baik dibandingkan bulan Juni.

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas perekonomian yang kembali dibuka telah membawa angin segar bagi industri otomotif nasional. PT Honda Prospect Motor (HPM), semisal, menyatakan permintaan kendaraan pada Juli 2020 lebih baik dibandingkan bulan Juni.

“Melihat dari tren pemesanan pada bulan Juli membaik dibandingkan dengan bulan Juni. Angka detailnya menyusul,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Billy menyatakan bahwa naiknya permintaan pasar seturut dengan langkah HPM yang telah membuka kembali aktivitas produksi pada Juni 2020. Kendati demikian, produksi masih dilakukan dalam jumlah yang terbatas.

Menurutnya, kegiatan produksi akan terus disesuaikan dengan kondisi pasar dan jumlah stok kendaraan di dealer Honda.

“Kondisi stok di dealer ditambah dengan produksi kami yang sudah dimulai bulan lalu itu untuk memenuhi kebutuhan pasar dan terus akan disesuaikan mengikuti kondisi pasar,” tutur Billy.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah produksi mobil Honda pada semester I/2020 mencapai 41.258 unit, turun 27,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara dari sisi penjualan dealer ke konsumen, HPM melego 40.812 unit sepanjang enam bulan pertama 2020. Realisasi penjualan tersebut turun 43 persen dibandingkan periode tahun lalu yang membukukan penjualan sebanyak 71.539 unit.

Billy optimistis bahwa kondisi pasar pada semester II/2020 akan pulih bertahap, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Kami akan terus memonitor kondisi pasar dan ekonomi untuk menentukan strategi yang paling efektif serta efisien,” ucapnya.

Artikel Asli