Perkenalkan, Detektif Kasus Perselingkuhan dari Indonesia: Jack Angles!

Inibaru.id Dipublikasikan 12.18, 11/08 • inibaru.id

Inibaru.id Pepakbola Belanda Andy Van Der Mayde pernah ketahuan selingkuh setelah sang istri menyewa seorang detektif khusus. Kala itu dia masih memperkuat Klub Inggris, Everton. Seng detektif mengungkapkan, lelaki yang kini berusia 40 tahun itu selingkuh dengan penari telanjang dari Liverpool.

Pemecahan masalah perselingkuhan dengan menggunakan detektif seperti itu rupanya nggak hanya berlaku di Inggris. Di Indonesia, kamu juga bisa menemukannya. Salah satunya, Jack Angels. Ehm, para peselingkuh, berhati-hatilah! Ha-ha.

Yap, Jack Angels, namanya. Pernah mendengarnya? Minggu lalu, saya punya kesempatan ngobrol langsung dengan sang detektif. Bukan, saya bukan terbelit masalah perselingkuhan. Kami hanya ngobrol tanpa bersemuka dengan sosok yang selalu minta dipanggil “Jack” saja.

Jack, sesingkat itu namanya, memulai obrolan dengan bercerita, dia mulai menjadi detektif pada 1997.

“Waktu itu zaman reformasi, mencari orang hilang,” ujarnya, singkat, pada Selasa (4/8/2020).

Ilustrasi: Jack sudah menjadi detektif sejak 1997. (Pixabay)

Jack sebetulnya sudah sering diekspos media. Satu hal yang selalu dilakukannya, dia nggak mau menunjukkan identitas aslinya. Siapa pun yang mau ngobrol dengannya hanya bisa via telepon. Dia berdalih, nggak pengin dikenal sebagai sosok personal, cukup prestasi dan apa yang diperbuatnya.

Baiklah, kita mulai dari mana, ya? Mm, yang perlu kamu tahu, Jack bukan sosok dari satuan khusus yang terlatih. Keahlian menyelidiki kasus sudah dilakukannya sejak kecil. Etapi, kalau menduga dia terinspirasi dari detektif fiktif macam Edogawa Conan, Sherlock Holmes atau Hercule Poirot, kamu salah.

“Saya malah belajar dari telik sandi zaman Majapahit yang didongengkan oleh kakek saya. Kalau itu kan emang betulan. Sementara, kalau tokoh-tokoh itu (detektif fiktif) hanya karangan penulis,” ucapnya.

Lambang Jack Angels. (JackAngels)

Jack mengatakan, dia baru menangani kasus perselingkuhan sekitar awal 2000-an. Saat itu media sosial mulai bermunculan, dan menurutnya, dari situlah sumber terbesar terjadinya perselingkuhan. Nah, mulai dari situ permintaan klien kian membludak.

Bertambahnya klien membuat Jack memutuskan merekrut anggota. Mereka dinamai “Angels”, maka jadilah Jack Angels. Sampai saat ini, anggotanya telah mencapai lebih dari 150 orang, sebagian bekerja part-time, sisanya full-time menjadi detektif kasus perselingkuhan.

“Jadi, kami hanya mengintai, nggak bersinggungan dengan target,” ungkap Jack.

Ilustrasi: Jack paham betul pola-pola perselingkuhan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Prosedur kerja Jack Angels dimulai dengan adanya laporan, lalu diikuti dengan keterangan detail gimana mobilitas target. Setelah semuanya jelas, Jack akan mengutus anggotanya yang ada di lapangan, dengan target penyelesaian kasus dalam tiga hari atau seminggu.

Klien Jack Angles nggak bersinggungan langsung dengan Jack atau yang bekerja di lapangan, jadi mereka nggak bakal tahu sosok anggota Jack Angels. Yang klien ketahui hanyalah hasilnya.

Eits, jangan membayangkan para detektif ini menggunakan kaca pembesar, topi pet, atau pipa rokok di mulut ya. Nggak ada alat khusus saat mengintai target. Kalau pun ada, mungkin hanya kamera. Sebab, senjata sesungguhnya adalah penyamaran.

“Saya sudah pernah menyamar sebagai apa pun. Dari gigolo sampai orang gila. Anak buah saya pun wajib menyamar jadi apa pun,” tutur Jack.

Jack Angels dan bukti daerah-daerah yang pernah menjadi kliennya. (Jack Angles)

Dalam menyelesaikan kasus, Jack mengatakan, mereka menggunakan sejumlah metode, salah satunya menerapkan kebiasaan dalam seksologi.

Menurutnya, seorang lelaki libidonya akan memuncak per tiga hari sekali, sedangkan perempuan bisa dalam 6 hari. Nah, pada waktu-waktu itulah dia beraksi untuk mengintai target. Jadi, semisal si perempuan sedang menstruasi, dia nggak akan mengintai.

Jack paham betul pola-pola perselingkuhan. Inilah yang membuatnya mampu menjalankan tugas hanya bedasarkan komunikasi lewat telepon. Pengalamannya berbicara.

Bullshit kalau orang selingkuh nggak ML,” seru Jack, yang sebetulnya antara percaya nggak percaya, tapi harus saya amini. Ha-ha.

Ilustrasi: Sekitar 85 persen anggota Jack Angles adalah perempuan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Klien Jack Angles nggak hanya ada di Indonesia, tapi juga mancanegara. Dari situlah kisaran tarif mulai diukur. Untuk banderol yang dipatok, Jack enggan membeberkan. Namun, dia memberi gambaran, harga yang ditawarkan tergantung pada proses penyelidikan.

“Dalam mengintai, semua bisa terjadi. Sewa kamar, misalnya. Terus, kami juga harus bergota-ganti mobil; belum lagi kalau harus menggunakan sejumlah transportasi; apalagi kalau sampai luar negeri,”  akunya, yang juga membeberkan dirinya sejauh ini telah melayani klien dari berbagai kalangan.

Artis, pejabat, hingga orang asing, pernah menggunakan jasa Jack Angels untuk menyelidiki kasus perselingkuhan. Oya, selain perselingkuhan, Jack juga mengaku menerima permintaan untuk mencari orang hilang.

Gimana, tertarik menggunakan jasanya? Kamu bisa langsung kunjungi media sosial atau laman resminya dengan kata kunci "detektif perselingkuhan". Semoga menemukan solusi, Millens! (Audrian F/E03)

Artikel Asli