Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan: Mantapnya Langkah si Kecil

Popmama.com Dipublikasikan 06.55, 18/09/2019 • Winda Carmelita
Freepik/Tortoon

Bayi mama semakin mendekati fase berjalan penuh. Ia kini bisa merangkak naik tangga dan bergerak dengan tegak sambil memegang furnitur. Menakjubkannya, ia kini memulai langkah awalnya sendiri. 

Bayi mama pun belajar cara menekuk lutut dan duduk setelah berdiri. Hal ini ketrampilan baru yang tak mudah dilakukan lho, Ma. Mungkin Mama akan menemukannya "terjebak" berdiri di tempat tidurnya dan kesulitan untuk kembali duduk. Jika ini terjadi, tunjukkan padanya dengan lembut bagaimana caranya kembali duduk.

Ada beberapa cara untuk membantu si Kecil merangsang kemampuan berjalannya. Berdirilah atau berlutut di depannya, bantu ia berjalan ke arah Mama dengan memegang kedua tangannya. Selanjutnya, angkat tangan Anda padanya. Cara lain yang bisa dilakukan adalah mendorong benda yang memiliki roda atau kursi untuk mendukung mobilitasnya.

Yang perlu diingat adalah beberapa bayi mungkin begitu cepat belajar berjalan dan mampu melakukannya dengan mudah. Tetapi beberapa yang lain tidak bisa melakukannya sampai tahun pertama mereka. Ada berbagai usia di mana anak-anak akhirnya bisa mencapai milestone ini.

Dengan mobilitasnya kini, Mama tak perlu terburu-buru mengenakan sepatu padanya. Hingga bayi dapat berjalan di luar ruangan secara rutin, kebanyakan dokter dan ahli perkembangan merasa sepatu belum diperlukan bayi. Adalah hal yang normal jika bayi tampak sedikit terhuyung-huyung saat berjalan atau telapak kakinya terlihat datar. Tetapi berjalan dengan kaki telanjang akan membuat otot-otot kakinya lebih kuat. Ia pun bisa merasakan tekstur tempatnya berpijak untuk melatih keseimbangannya.

Kehidupan Orangtua: Mama Perlu Banyak Olahraga

Freepik/Sergeycauselove

Menggerakkan tubuh secara aktif akan menciptakan energi ketimbang hanya bersantai-santai di rumah. Triknya adalah memilih latihan yang cocok dengan jadwal keseharian Mama.

Mama bisa melakukan olahraga-olahraga ringan, misalnya jogging atau jalan cepat sembari menggendong si Kecil atau mendorong strollernya. Olahraga pun bisa dilakukan dalam rumah berbekal video latihan dari Youtube lho, Ma. Seru dan menyenangkan.

Jika Mama ingin lebih menantang, ambil kelas yoga atau Pilates yang menawarkan kelas orangtua bersama bayi. Pasti lebih asyik dan meningkatkan bonding, bonus tubuh yang sehat. 

Mama juga bisa mencari cara meningkatkan aktivitas dari kegiatan sehari-hari. Misalnya: parkir sedikit lebih jauh dari tempat tujuan untuk memaksa berjalan lebih jauh pula, atau menggunakan tangga ketimbang lift dan eskalator.
 

Hati-hati Benturan pada Kepala Bayi

Pexels/ Alexey Makhinko

Bayi yang sedang aktif-aktifnya, seringkali mengalami insiden tak terduga. Kepala terbentur, misalnya. Jika hal ini terjadi, tenangkan si Kecil dan jangan bereaksi berlebihan yang membuatnya semakin panik. Kebanyakan benturan pada bayi tidak menimbulkan cedera serius. 

Kompres denganice pack selama 20 menit untuk meringankan bengkak. Sembari mengompres, alihkan perhatian bayi dengan memberinya makan atau mengajaknya becanda untuk mengurangi reaksi akibat dinginnya ice pack.

Namun, jika bayi Mama menunjukkan gejala berikut ini setelah benturan, Mama perlu segera membawanya ke rumah sakit:

  • Muntah,
  • tampak kebingungan,
  • menangis dan menjerit dalam waktu lama,
  • memiliki benjolan yang signifikan,
  • memar di belakang telinga,
  • luka pendarahan yang dalam,
  • ada darah keluar dari mulut, hidung, atau telinga,
  • terdapat bercak hitam dan biru yang tak bisa dijelaskan,
  • darah di bagian putih matanya.

Gejala-gejala ini dapat menunjukkan gegar otak. Jangan tunggu terlambat, segera larikan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan intensif.

Untuk mencegah terjadinya benturan di kepala bayi, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Pastikan furnitur dan televisi aman dan tidak mudah ambruk menimpa tubuh bayi.

  • Jauhkan bayi dari lampu menggantung atau berdiri yang sewaktu-waktu dapat diraihnya.

  • Awasi bayi saat ia memanjat furnitur atau merangkak naik tangga.

  • Pasang pelindung di sudut-sudut meja yang tajam.

  • Jangan tinggalkan bayi sendiri saat ia berada di atas changing table atau di trolley belanja. Gunakan sabuk pengaman untuk menjaganya tetap pada tempatnya.

  • Sebisa mungkin, jangan meletakkan kasur bayi di tempat yang terlalu tinggi atau tanpa pintu pengaman karena bayi rentan jatuh dari ketinggian.

  • 5 Bahaya Jika Kepala si Kecil Sering Terbentur

  • Segera Lakukan Hal ini Saat Kepala Balita Terbentur

  • 4 Alasan Mengapa si Kecil Membenturkan Kepalanya

Artikel Asli