Perkembangan Bayi Usia 8 Bulan 1 Minggu: Lahirnya si Penjelajah

Popmama.com Dipublikasikan 06.05, 18/09/2019 • Winda Carmelita
momjunction.com

Motorik bayi di fase ini berkembang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari gerakan merangkaknya yang semakin cepat. Dengan kedua tangannya, bayi belajar bertumpu dan bergerak maju atau mundur. Untuk urusan merangkak ini, tiap bayi punya metodenya masing-masing, jadi tak perlu khawatir jika caranya merangkak terlihat aneh. 

Merangkak bermanfaat untuk memperkuat otot tubuh bayi sekaligus persiapan untuknya memasuki fase berjalan. Seiring dengan itu, bayi Mama kini telah bisa menahan tubuhnya dalam posisi berdiri dan berpegangan pada orang lain atau meja. Meski baru bisa berdiri beberapa detik saja, tapi ini adalah progres yang mengagumkan lho, Ma.

Dengan perkembangan motorik ini, satu hal yang pasti harus Mama ingat adalah masalah keamanan. Si Kecil rawan sekali terjatuh saat belajar berdiriatau terbentur karena belum bisa mengontrol gerak tubuhnya sendiri saat merangkak. Pastikan melindungi sudut meja yang tajam, meletakkan benda pecah-belah jauh dari jangkauan, mengunci akses ke tangga, menutup steker listrik, memastikan di sekitar rumah tidak ada kabel menjuntai atau kabel terbuka dan memberi si Kecil area luas untuk mengeksplorasi kemampuannya tanpa hambatan benda apapun.

Kehidupan Orangtua: Waktu Bersama Pasangan

Freepik

Banyak orangtua baru yang merasa hubungannya bersama pasangan jadi hambar karena kesibukan mengurus bayi. Mereka merasa jauh dari pasangan dan kehilangan kedekatan yang pernah mereka rasakan. 

Untuk mengembalikan gairah romansa, tak ada salahnya Mama dan Papa saling mengungkapkan perasaan rindu satu sama lain. Biarkan pasangan mengetahui bahwa Anda merindukan dan tetap membutuhkannya. Buat rencana khusus untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama, meski itu dalam waktu singkat. Bisa dengan kencan di akhir pekan atau ritual khusus lainnya selepas si Bayi tidur.

Evaluasi kembali cara keluarga Mama membagi porsi kerja dan waktu antara merawat bayi, pekerjaan rumah tangga dan waktu untuk diri sendiri. Ini akan mengurangi beban kerja Mama dan Mama (serta Papa) punya lebih banyak waktu melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Mengatasi Keterlambatan Perkembangan

Pexels/Silvia Trigo

Pola perkembangan setiap bayi adalah unik. Tiap bayi memperoleh ketrampilan dalam pola yang berurutan, atau pun acak. Misalnya: mengangkat kepala, berguling, duduk, merangkak, berjalan hingga berbicara. 

Namun, sebagian bayi mengembangkan ketrampilan motoriknya terlambat ketimbang yang lain. Ada yang lebih cepat berjalan, tetapi lambat bicara. Ada pula yang lebih cepat mengembangkan ketrampilan motorik kasarnya, baru kemudian motorik halus. Yang paling penting adalah, seiring waktu, si Kecil terus mengembangkan ketrampilan mental dan fisik yang makin kompleks.

Penyebab keterlambatan perkembangan pada bayi bisa jadi karena bayi Mama hanya berfokus pada satu ketrampilan tertentu sehingga ketrampilan lainnya jadi terlambat. Namun, keterlambatan dalam hal bahasa harus diperhatikan lebih cermat lagi, Ma. Bisa jadi keterlambatan anak dalam hal bahasa diakibatkan kurangnya komunikasi dengan orang di sekitarnya atau pun adanya masalah pendengaran. Ada pun alasan lain untuk keterlambatan perkembangan anak misalnya karena spina bifida dan autisme.

Pelajari jadwal penguasaan bahasan dan pengembangan fisik, serta tanda-tanda adanya keterlambatan perkembangan. Tuliskan pengamatan Mama terhadap si Kecil, termasuk jika Mama merasa ada yang janggal. Konsultasikan dengan dokter anak agar bisa dievaluasi perkembangan, pendengaran, dan penglihatan bayi Mama. 

Terkadang bayi Mama hanya perlu waktu lebih untuk belajar. Tetapi tidak ada salahnya memperhatikan jika adanya potensi masalah di kemudian hari. 

  • 5 Penyebab Anak Terlambat Berjalan. Apakah Mengkhawatirkan?
  • 12 Pilihan Terapi Anak Terlambat Bicara Beserta 4 Penyebab Utamanya
  • Mengenal Lebih Dekat Tentang Fisioterapi untuk Anak Terlambat Jalan
Artikel Asli