Perjuangan Mengharukan Anak Kuli Angkut yang Berhasil Lulus Kuliah dengan IPK 3,94

Boombastis.com Dipublikasikan 01.12, 14/12/2019 • Dany

Ada banyak kisah dari mereka yang sukses menaklukkan bangku kuliah, meski dalam kondisi keterbatasan secara biaya. Tak patah semangat, toga wisuda pun berhasil diraih dengan perjuangan yang luar biasa. Hal inilah yang dirasakan oleh Indri Suwarti. Dengan tekad sekuat baja, ia berhasil meraih hasil terbaik selama kuliah.

Dilansir dari Jateng.suara.com, gadis 22 tahu itu menjadi lulusan terbaik Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto, dengan nilai IPK nyaris sempurna yakni 3,94. Namun di balik itu semua, ada sebuah perjuangan keras yang mengharukan sehingga Indri berhasil meraih kesuksesan. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan berikut ini.

Pilih masuk Sekolah Kejuruan Menengah (SMK) agar bisa segera bekerja

Ilustrasi murid SMK [sumber gambar]

Sebelum dikenal karena prestasinya menjadi lulusan terbaik Unsoed, Indri mempunyai kisah haru di balik pilihanya masuk SMK. Hal ini dilakukannya karena ia ingin bisa langsung bekerja dan tidak berpikir untuk kuliah. “Alasan saya dahulu masuk SMK, saya pikir setelah itu bisa langsung bekerja. Saya tidak pernah terpikirkan bisa masuk kuliah karena keterbatasan biaya, ujarnya yang dikutip dari Jateng.suara.com.

Berhasil diterima berkuliah dan mendapat beasiswa kuliah bidikmisi

Berhasil meraih beasiswa bidikmisi hingga berhasil masuk kuliah [sumber gambar]

Meski demikian, keinginan Indri untuk kuliah tetap membara. Terlebih , niat tersebut didukung penuh oleh gurunya saat masih bersekolah di SMK Negeri 3 Purwokerto. Beasiswa bidikmisi selama kuliah pun berhasil diraih dan dirinya resmi diterima sebagai mahasiswi di Unsoed melalui jalur SBMPTN.

Sempat menjual ayam milik keluarga demi membiayai kebutuhan kuliah

Sempat menjual ayam milik keluarga demi memenuhi kebutuhan kuliah [sumber gambar]

Selama menjadi mahasiswa, Indri tak hanya sekedar belajar. Ia memanfaatkan waktunya untuk bekerja paruh waktu di sebuah hotel sebagai waitress. Hal ini dilakukannya semata-mata untuk membantu kebutuhannya selama berkuliah. Bahkan, sang ayah sempat menjual ayam peliharaannya demi menutup biaya tersebut.

Dihina karena kondisi ekonomi keluarga yang membuat dirinya semakin termotivasi

Sempat dihina tetangga yang justru memacu dirinya untuk semakin berprestasi [sumber gambar]

Ayah Indri yang bernama Natun, berprofesi sebagai kuli angkut pasir. Sedangkan Toinah hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tengah menderita penyakit epilepsi. Dalam keterbatasan ini, Indri sempat dihina oleh tetangganya. Hebatnya, Indri melawan hal tersebut motivasi pada dirinya agar bisa meraih kesuksesan.

“Keluarga saya sering dihina oleh tetangga dan dibilang saya melanjutkan kuliah karena mengemis minta bantuan. Karena itulah saya menjadi bersemangat dan berusaha membuktikan kalau saya bisa berprestasi,” katanya yang dikutip dari Jateng.suara.com.

Berhasil lulus kuliah dengan nilai IPK 3,94

Indri saat wisuda bersama kedua orang tuanya [sumber gambar]

Jerih payah Indri akhirnya terbayar lunas. Ia akhirnya berhasil lulus kuliah dan diwisuda sebagai seorang sarjana jurusan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif ( IPK) 3,94.

Bukan menyerah dan kalah dengan nasib, bergerak dan mau berusaha dengan kemauan yang keras, menjadi kunci dari kesuksesan yang diraih oleh Indri di atas. Bahkan meski dirinya sempat dihina, justru hal tersebut malah menjadi motivasi yang kuat untuk tetap berusaha. Hebat ya Sahabat Boombastis.

Artikel Asli