Performa Black Shark 2 Pro Setelah 3 Bulan, Layakkah Dibeli?

Kompas.com Dipublikasikan 12.47, 21/02 • Bill Clinten
KOMPAS.com/Bill Clinten
Black Shark 2 Pro dengan gamepad kiri dan kanan. Pengguna bakal mendapatkan gamepad kiri (dengan joystick) langsung di dalam kotak ketika membeli Black Shark 2 Pro. Sementara gamepad kanan bisa didapatkan dengan membeli Black Shark 2 Pro secara bundle.

KOMPAS.com - Vendor smartphone asal China, Black Shark, resmi merilis ponsel gaming Black Shark 2 Pro di Indonesia sekitar akhir Oktober 2019 lalu.

Ponsel tersebut dibekali dengan sejumlah fitur mumpuni untuk memaksimalkan pengalaman bermain game di perangkat mobile, salah satunya adalah kehadiran chipset Snapdragon 855 Plus.

KompasTekno berkesempatan untuk menggunakan ponsel gaming Black Shark 2 Pro selama tiga bulan. Ponsel ini kami gunakan untuk berbagai penggunaan, seperti bermain game, memotret, media sosial, dll.

Lantas, bagaimana performanya setelah tiga bulan pemakaian?

Bobot ringan bikin nyaman

Karena merupakan ponsel gaming, Black Shark 2 Pro dihiasi dengan beragam lampu RGB. Lampu tersebut terletak di bagian sisi serta punggung perangkat dan warnanya bisa disesuaikan melalui menu pengaturan.

Bobot ponsel ini cukup ringan yakni seberat 205 gram. Bobot ini lebih ringan ketimbang Asus ROG Phone 2 seberat 240 gram.

Hal ini membuat bermain game dalam durasi yang cukup lama terasa nyaman karena tangan tidak terlampau pegal ketika memegang perangkat.

Bagian depan Black Shark 2 Pro dibekali dengan layar AMOLED berukuran 6,59 inci dengan resolusi Full HD Plus.

Kendati belum dibekali dengan refresh rate 120 Hz seperti ponsel gaming pada umumnya, layar Black Shark 2 Pro (60 Hz) masih nikmat untuk dipandang.

Apalagi ponsel ini sudah mendukung teknologi HDR 10 yang mampu menampilkan gambar dengan tingkat pencahayaan mumpuni.

Ponsel tersebut juga sudah ditanamkan dengan pemindai sidik jari yang tertanam di bawah layar. Fitur biometrik ini terbilang cukup gesit untuk membuka layar ponsel yang sedang terkunci.

Baca juga: Xiaomi Rilis Ponsel Gaming Black Shark 2 dan 2 Pro Versi Baru di Indonesia, Harganya?

Mampu jalankan semua game

System-on-Chip (SoC) Qualcomm Snapdragon 855 Plus yang dibenamkan dalam ponsel ini mampu memainkan semua game yang dipasang dengan kualitas grafis "rata kanan".

Ada sederet game yang KompasTekno mainkan pada ponsel ini yakni PUBG Mobile, Call of Duty: Mobile, Free Fire, Mobile Legends, Honkai Impact 3, Asphalt 9, hingga Black Desert Mobile.

Ketika dicoba, seluruh game berat yang dijalankan di ponsel ini dapat berjalan dengan mulus dengan frame rate 60 fps.

Tingkat sensitivitas sentuhan ponsel yang mencapai angka 240 Hz juga membantu kami untuk memainkan aneka game yang butuh respon cepat dengan baik.

Tidak panas berlebihan

Lalu, bagaimana dengan aspek daya dan suhu ponsel?

Ketika ponsel digunakan kurang lebih 2 jam untuk memainkan game PUBG Mobile dalam kualitas grafis "HDR" dan frame rate "Extreme", punggung ponsel tidak menghasilkan panas berlebih alias masih tergolong hangat.

Cangkangnya tidak terlampau panas, mungkin karena sistem pendingin yang diusung ponsel ini menggunakan Direct Touch Liquid Cooling System 3.0 yang mampu meredam panas berlebih.

Perlu dicatat, ketika dipakai bermain game, kami selalu menyalakan fitur "Shark Space" untuk mengantisipasi gangguan, misalnya panggilan telepon atau notifikasi masuk.

Untuk sektor daya, ponsel dengan baterai 4.000 mAh ini bisa digunakan untuk bermain game sekitar lima jam dalam sehari.

Namun, hal tersebut bergantung pada aplikasi yang sedang berjalan di ponsel. Semakin banyak aplikasi yang berjalan, maka semakin boros baterai yang digunakan.

Baca juga: Membandingkan ROG Phone II dan Black Shark 2 Pro, Siapa Lebih Baik?

Kamera bisa diandalkan

Meski tidak mengedepankan kinerja fotografi, kamera Black Shark 2 Pro terbilang cukup bisa diandalkan untuk menjepret kegiatan sehari-hari dengan beragam kondisi pencahayaan, baik indoor maupun outdoor.

Black Shark 2 Pro dibekali dengan dua kamera belakang yang masing-masing beresolusi 48 MP dan 13 MP (ultrawide). Kamera utama mampu menjepret objek yang cukup detail, baik di siang hari maupun di malam hari.

Kamera ultrawide 13 MP pun cukup mumpuni untuk menjepret aneka foto di tempat sempit atau kondisi landscape yang membutuhkan jarak pandang luas.

Tak hanya kamera belakang, kamera depan beresolusi 24 MP pun terasa mampu menangani kebutuhan berswafoto ria lantaran bisa menangkap aneka foto selfie di segala kondisi.

Ada pula mode portrait yang berguna untuk menerapkan efek bokeh pada objek muka dan efek beauty yang mampu mempercantik wajah.

Layak Dibeli?

Dengan sederet pengalaman tadi, kami bisa simpulkan bahwa meski "dicap" sebagai ponsel gaming, Black Shark 2 Pro juga ternyata bisa dijadikan sebagai ponsel utama untuk beragam aktivitas.

Ponsel ini juga tetap nyaman dibawa kemana-mana atau dipakai untuk bermain game dengan durasi lama lantaran bobotnya yang tidak begitu berat.

Namun, ada beberapa kekurangan. Absennya lubang audio 3,5mm dan fitur NFC agaknya membuat pengalaman sehari-hari terasa kurang sempurna.

Apalagi bagi Anda yang gemar mengisi saldo uang elektronik lewat ponsel atau mendengarkan musik menggunakan earphone kabel.

Namun jangan khawatir, pihak Black Shark menyertakan adapter USB-C ke jack audio 3,5mm di dalam kotak penjualan.

Kendati demikian, pengguna tidak akan dapat menggunakan earphone kabel ketika ponsel sedang dicas.

Meski begitu, kekurangan tersebut akan tertutupi dengan harga yang ditawarkan.

Saat ini, jika menilik situs penjualan resmi Blibli.com, Black Shark 2 Pro varian RAM 8 GB dan storage 128 GB dijual dengan harga Rp 9 juta.

Sementara varian tertingginya dengan RAM 12 GB dan storage 256 GB dibanderol dengan harga Rp 11 juta.

Lantas, apakah ponsel gaming terbaru dari Black Shark ini layak beli di tahun 2020? Pilihan kembali pada kebutuhan pengguna masing-masing.

Penulis: Bill ClintenEditor: Yudha Pratomo

Artikel Asli