Perempuan ODGJ yang Diperkosa di Hadapan anaknya hingga Hamil dan Melahirkan Diduga Stress Akibat Narkoba

Kompas.com Dipublikasikan 03.24, 05/08 • Candra Setia Budi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

KOMPAS.com - IN (35), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diperkosa bergantian di hadapan anaknya hingga hamil dan melahirkan diduga stress akibat narkoba.

Pasalnya, saat pertama kali ditemukan Dinas Sosial Nunukan, Kalimantan Utara, di salah satu perahu bekas di pinggir pantai jalan Lingkar Nunukan Selatan, IN selalu memegang tangan anaknya dan membawa tas kecil.

Saat diperiska, ternyata dalam tas itu terdapat banyak nomor telepon orang yang diduga adalah pemain narkoba.

"Menurut polisi, IN kemungkinan akan dijadikan kurir narkoba dan tidak menutup kemungkinan otaknya terganggu akibat narkoba juga," kata Sekretaris Dinas Sosial Nunukan Yaksi Belaning Pratiwi, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Detik-detik Tubuh Nila Diseret Buaya hingga Menghilang, Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Kata Yaksi, selain mengalami gangguan kejiwaan. IN memiliki paranoid, dia akan lepas kendali ketika anak jauh darinya.

Bahkan IN tak segan melukai diri sendiri dan lepas kendali saat jauh dari anaknya.

Meski tidak pernah jauh dari anak, sambung Yaksi, orang-orang yang tega memanfaatkan IN sebagai pelampiasan nafsu tidak peduli akan hal itu.

"Dan perbuatan itu dilakukan dengan disaksikan anaknya, itu sangat mengerikan, sang anak kami tanya juga bercerita apa yang dilihatnya, ada banyak yang melakukan itu disaksikan si anak, ini menjadi bahan pemikiran kami," katanya.

Baca juga: Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

IN, kata Yaksi, bisa diajak berkomunikasi saat memeluk bayi laki-laki yakni anak keduanya yang ia lahirkan pada Senin, 1 Juni 2020 lalu.

Sebelumnya ia selalu bersama putrinya VR (6). Keduanya tidak pernah terpisahkan dan sang anak juga tak pernah jauh dari ibunya.

"Ini simalakama, kalau kita ambil anaknya untuk dititipkan ke panti dia (IN) ngamuk, dan tentu ada anggapan terutama LSM yang mempertanyakan kenapa kita tega memisahkan anak dari orangtuanya, kalau kita biarkan terus sama ibunya, bagaimana masa depan anak itu, bagaimana kondisi kejiwaannya dengan semua peristiwa yang dia alami?" jelasnya.

Baca juga: Ibu dan Anak Kandung di Bitung Berhubungan Badan, Polisi: Anak Perempuannya Sudah 3 Kali Menyaksikan Mereka

 

(Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor : Khairina)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli