Perempuan 51 Tahun Rela Gali Terowongan Demi Bebaskan Anaknya dari Penjara

iNews.id Dipublikasikan 01.48, 08/08/2020 • Arif Budiwinarto
Pintu masuk terowongan sedalam 3 meter yang digali menuju ke penjara (foto: Ukraine Police)
Pintu masuk terowongan sedalam 3 meter yang digali menuju ke penjara (foto: Ukraine Police)

ZAPORIZHIA, iNews.id - Orang tua akan melakukan apa saja bagi anaknya, hal inilah yang mendorong seorang ibu rela menggali terowongan guna membantu pelarian anaknya dari dalam penjara di Ukraina.

Perempuan 51 tahun yang namanya dirahasiakan itu dilaporkan berasal dari Kota Nikolaev, Ukraina. Dia diketahui menyewa sebuah rumah tak jauh dari penjara tempat putranya menjalani hukuman seumur hidup.

Demi bertemu dengan putranya, perempuan itu setiap malam pergi mengendarai skuter tanpa suara ke lapangan kosong dekat penjara keamanan maksimum Zaporizhia untuk menggali terowongan.

Dengan menggunakan peralatan sederhana dia berusaha menggali tanah sedalam 3 meter menembus ke dalam penjara. Untuk memindahkan tanah yang sudah digali, dia menggunakan troli hasil modifikasi.

Sayang, upayanya terhenti setelah petugas menangkapnya di pekan ketiga proses penggalian terowongan.

Saat diinterogasi petugas, perempuan itu mengaku hanya keluar rumah sewaan pada malam hari untuk menggali terowongan, sedangkan di siang hari dia beristirahat. Pengakuan ini dibenarkan penduduk setempat yang mengaku tidak pernah melihat perempuan tersebut saat siang hari.

Dikutip dari DailyMail, Sabtu (8/8/2020) pagi WIB, selama tiga pekan perempuan tersebut sudah menggali terowongan sepanjang 10 meter dengan kedalam 3 meter. Dia dilaporkan telah memindahkan tanah galian hingga 3 ton.

Hasil penggalian terowongan menunju dalam penjara (foto: TSN News Ukraina)

Petugas telah memastikan penggalian terowongan tersebut sebagai upaya perempuan tersebut untuk membebaskan putranya dari dalam penjara, bukan terkait misi pembebasan yang diorganisir kelompok kejahatan.

Untuk mempertanggungjawabkan aksinya, si ibu terancam menghabiskan waktu di dalam penjara. Meksipun aksinya dianggap sebagai tindakan kriminal, warga sekitar penjara justru memuji keberanian dan keteguhan hati si ibu.

"Ibu ini mempersiapkan dengan matang. Mungkin dia adalah putri seorang penambang. Untuk menggali 3 meter saja sudah cukup sulit. Dia tidak memiliki ekskavator atau sejenisnya," kata penduduk setempat.

"Ini adalah ibu sejati, bukan salah satu dari mereka yang meninggalkan anaknya," lanjutnya.

Artikel Asli