Perbedaan Perut Kembung Masuk Angin dan Hamil, Ini Cara Mengetahuinya!

SehatQ Dipublikasikan 03.30, 14/08 • Fadli Adzani
Perbedaan Perut Kembung Masuk Angin dan Hamil, Ini Cara Mengetahuinya!
Perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil bisa diketahui dengan test pack.

Perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil menjadi "teka-teki" yang sulit untuk dipecahkan. Para wanita yang sedang mengidam-idamkan buah hati tentunya sangat penasaran untuk mengetahui jawabannya, bukan?

Masalahnya, sebagian besar gejala kehamilan datang dalam bentuk yang tidak berbeda dari gangguan kesehatan sehari-hari. Misalnya, nyeri payudara akibat PMS (premenstrual syndrome) yang mirip seperti tanda kehamilan muda, atau rasa lelah di saat PMS yang mirip dengan gejala kehamilan.

Itulah sebabnya, mengetahui perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil sangat sulit dilakukan, apalagi tanpa tes kehamilan.

Perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil, apakah bisa diketahui?

Jika Anda aktif secara seksual, keberadaan perut kembung bisa menandakan kehamilan. Namun masalahnya, ada banyak hal lain yang bisa menyebabkan perut kembung, termasuk masuk angin.

Para kaum hawa yang rajin melacak siklus menstruasinya juga bisa mengetahui perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil, terutama saat terlambat datang bulan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebagian besar gejala kehamilan yang wanita rasakan sangatlah mirip dengan masalah sehari-hari. Oleh karena itu, mengetahui perbedaan perut kembung akibat masuk angin dan hamil akan terasa sulit tanpa bantuan test pack dan berbagai tes kehamilan lainnya.

Selain test pack, datanglah ke dokter kandungan untuk menjalani tes darah, tes urine, ataupun ultrasonografi (USG), untuk mengetahui adanya kehamilan secara pasti.

Cek gejala kehamilan lainnya

Perut kembung dan gejala hamil sangat sulit dibedakan.

Umumnya, gejala kehamilan berupa perut kembung akan datang di minggu ke-11. Dalam fase ini, ada gejala kehamilan lainnya yang akan muncul.

Jika berbagai gejala kehamilan di minggu ke-11 ini muncul, bisa jadi perut kembung yang Anda rasakan adalah tanda kehamilan.

  • Nyeri di bagian perut
  • Mual
  • Suasana hati tak menentu
  • Nyeri payudara
  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepala
  • Rambut yang lebih tebal dan berkilau
  • Munculnya keputihan
  • Kram perut

Jika gejala perut kembung dibarengi dengan berbagai gejala di atas, bisa jadi Anda sedang hamil. Namun, jika sebagian besar gejala di atas tidak muncul, perut kembung yang Anda alami kemungkinan besarnya hanyalah efek samping dari masuk angin.

Untuk mendapatkan jawaban lebih pasti, cobalah belitest pack di apotek atau datang ke dokter kandungan untuk menjalani berbagai tes kehamilan.

Apa yang menyebabkan perut kembung saat hamil?

Mungkin wanita bertanya-tanya, mengapa perut kembung bisa terjadi saat hamil? Jawabannya cukup sederhana, yakni meningkatnya hormon progesteron di dalam tubuh.

Jangan berprasangka buruk terhadapnya. Sebab, hormon progesteron sangat dibutuhkan tubuh untuk memberikan nutrisi dari makanan yang Anda makan, kepada janin di dalam rahim.

Kabar buruknya, keberadaan hormon progesteron dapat memperlambat pencernaan, sehingga perut kembung pun datang.

Ditambah lagi, rahim yang semakin membesar akan memberikan tekanan pada rektum, sehingga kontrol otot akan melemah dan angin pun berkumpul di dalam perut. Tidak heran kalau perut kembung muncul.

Penyebab perut kembung selain kehamilan

Perut kembung masuk angin dan hamil, apa bedanya?

Mengetahui perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil memang sulit tanpa bantuan test pack dan tes kehamilan lainnya. Namun setidaknya Anda bisa mencari tahu penyebab perut kembung selain kehamilan, untuk kemudian dapat mengantisipasi dan mengatasinya. Berikut ini beberapa penyebabnya selain kehamilan.

1. Siklus menstruasi

Sebuah riset yang diikuti 156 partisipan membuktikan, sekitar 62% partisipan wanita merasakan perut kembung sebelum menstruasi. Sementara itu, 51% partisipan lainnya mengalami perut kembung saat menstruasi.

Perut kembung ini datang akibat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi.

2. Pola makan

Berbagai jenis makanan ternyata dapat meningkatkan risiko perut kembung. Sayuran seperti kol, kembang kol, dan kubis Brussel dapat menyebabkan perut kembung. Selain itu, produk susu dan kacang-kacangan juga dapat mengundang perut kembung.

3. Minuman bersoda

Beberapa jenis minuman, seperti minuman bersoda, dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini datang dari karbon dioksidanya.

4. Makan terlalu cepat

Makan terlalu cepat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara lewat mulut. Hal ini mengakibatkan lonjakan gas di dalam perut, sehingga perut kembung datang.

Mengunyah permen karet dan minum dengan sedotan juga bisa meningkatkan risiko perut kembung.

Jika memang berbagai penyebab perut kembung di atas sering terjadi, bisa jadi perut kembung yang Anda rasakan bukanlah gejala kehamilan. Namun untuk mendapatkan jawaban lebih pasti, cobalah beli test pack atau jalani tes kehamilan lainnya oleh dokter kandungan.

Catatan dari SehatQ:

Perbedaan perut kembung masuk angin dan hamil sangat sulit diketahui, karena gejalanya sangat mirip. Untuk mengetahuinya secara pasti, membeli test pack atau datang ke rumah sakit untuk menjalani tes darah, tes urine, ataupun USG.

Jangan sepelekan juga perut kembung yang Anda rasakan. Bisa jadi, ada berbagai kebiasaan buruk yang mengundang perut kembung datang.

Artikel Asli