Perbedaan Antara Perjanjian dan Kontrak

INDOZONE.ID Dipublikasikan 03.51, 28/11/2019 • Rizka
Perbedaan Antara Perjanjian dan Kontrak
Meski punya keterkaitan, istilah perjanjian dan kontrak punya pengertian dan tujuan yang berbeda secara hukum.

Sebagian besar dari kita pasti sudah sangat familiar dengan istilah perjanjian dan kontrak. Kedua istilah ini memiliki keterkaitan masing-masing.

Meski punya hubungan satu sama lain, perjanjian dan kontrak punya pengertian dan tujuan yang berbeda. Setiap istilah berdiri sendiri.

Definisi Perjanjian

Secara definisi, perjanjian dapat digambarkan sebagai kontrak tertulis atau lisan antara dua pihak atau lebih. Namun, sifatnya tidak dapat diberlakukan oleh hukum.

photo/Ilustrasi/blog.hubspot.com

"Perjanjian adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada yang lain, atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal." (Prof. Subekti, S.H dalam bukunya 'Hukum Perjanjian', 1987: 1).

Perjanjian mengandung unsur-unsur seperti essentialia (unsur mutlak), naturalia (tanpa diperjanjikan secara khusus), dan accidentalia (unsur pelengkap).

“Perjanjian-perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan di dalamnya, melainkan juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan, atau undang-undang."(Pasal 1339 KUHPerdata)

Asas-Asas Perjanjian

photo/Ilustrasi/Unsplash

Hukum perjanjian mengenal beberapa asas penting sebagai berikut:

Asas Kebebasan Berkontrak

Setiap orang bebas mengadakan perjanjian apa saja. Hanya, kebebasan itu dibatasi oleh tiga hal.

Pertama, tidak terlarang oleh undang-undang. Kedua, tidak bertentangan dengan kepentingan umum. Ketiga, tidak bertentangan dengan kesusilaan.

Asas Pelengkap

Ketentuan undang-undang boleh tidak diikuti apabila pihak-pihak menghendaki dan membuat ketentuan sendiri. Asas ini hanya mengenai hak dan kewajiban pihak-pihak saja.

Asas Konsensual

Jika perjanjian telah mencapai kata sepakat (konsensus) antara pihak-pihak, maka sejak itu perjanjian tersebut telah mengikat dan punya akibat hukum.

Asas Obligator

Maksud dari asas ini bahwa perjanjian yang dibuat pihak pihak masih dalam taraf menimbulkan hak dan kewajiban saja, belum memindahkan hak milik.

Artinya, hak milik baru berpindah apabila dilakukan perjanjian yang bersifat kebendaan (zakelijke overeenkomst), yaitu melalui penyerahan (levering).

Syarat Sah Perjanjian

photo/Ilustrasi/talentry.com

MenurutPasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP), perjanjian dianggap sah dan punya kekuatan mengikat secara hukum jika memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  • Kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya

  • Kecakapan untuk membuat suatu perikatan

  • Suatu pokok persoalan tertentu

  • Suatu sebab yang tidak terlarang (sebab yang halal)

Syarat pertama dan kedua disebut syarat subjektif karena melekat pada diri orang yang menjadi subjek perjanjian. Jika syarat ini tidak dipenuhi, perjanjian dapat dibatalkan.

Syarat ketiga dan keempat disebut syarat objektif karena mengenai sesuatu yang menjadi objek perjanjian. Jika syarat ini tidak dipenuhi, perjanjian batal demi hukum.

Definisi Kontrak

Kontrak merupakan perjanjian yang mengikat antara dua orang atau lebih dalam bentuk tertulis maupun lisan.

photo/Ilustrasi/devpolicy.org

"Kontrak adalah sebuah perbuatan hukum yang menimbulkan perikatan yaitu hubungan yang terjadi di antara dua orang atau lebih." (Mariam Darus Badrulzaman, 1980: 3)

Dalam Ensiklopedia Indonesia, hukum kontrak adalah rangkaian kaidah-kaidah hukum yang mengatur berbagai persetujuan dan ikatan antara warga-warga hukum.

Menurut Black's Law Dictionary, kontrak diartikan sebagai suatu perjanjian antara dua orang atau lebih yang menciptakan kewajiban untuk berbuat atau tidak berbuat suatu hal khusus.

Syarat Sah Kontrak

photo/Ilustrasi/lawdonut.co.uk

Untuk dapat dianggap sah secara hukum, ada 4 syarat yang harus dipenuhi sebagaimana di atur dalamPasal 1320 KUHPerdata, antara lain:

  • Kesepakatan para pihak

  • Kecakapan para pihak

  • Mengenai hal tertentu yang dapat ditentukan secara jelas

  • Sebab/causa yang diperbolehkan secara hukum.

Persamaan dari Perjanjian dan Kontrak

photo/Ilustrasi/muhasibat.az

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan persamaan antara perjanjian dan kontrak, antara lain:

  • Baik perjanjian maupun kontrak melibatkan setidaknya dua pihak atau lebih

  • Dasar hukum perjanjian maupun kontrak mengacu pada KUHPerdata.

Bedanya Antara Perjanjian dan Kontrak?

Dilansir dari Hukum Online, untuk perbedaan antara dua istilah ini-perjanjian dan kontrak- dapat dilihat padatahapan dan implikasinya.

photo/Ilustrasi/Tollers Solicitors
  • Perjanjian menimbulkan perikatan. Perikatan itu kemudian disebut sebagai kontrak, apabila memberikan konsekuensi hukum yang terkait dengan kekayaan.

  • Setiap kontrak adalah perjanjian dari beberapa macam, namun setiap perjanjian bukanlah kontrak.

  • Kontrak biasanya dibuat antara mitra bisnis, perusahaan dan semacamnya. Sedangkan, perjanjian sering dibuat antara teman dekat dan anggota keluarga.

  • Kontrak mengikat secara hukum, sedangkan perjanjian tidak mengikat secara hukum.

  • Perjanjian dibuat untuk hal-hal kecil, sementara kontrak ditandatangani berkaitan dengan masalah-masalah besar.

"Suatu perjanjian tidak sama artinya dengan kontrak sebelum memiliki konsekuensi hukum". (Ricardo Simanjuntak dalam bukunya 'Teknik Perancangan Kontrak Bisnis', hal. 30-32)

Referensi Tulisan:

Abdulkadir, Muhammad. 2000. Hukum Perdata Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya.

Sudikno, Mertokusumo. 2009.Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Artikel Asli