Peraturan ‘Janggal’ buat Indonesia Gagal Raih Emas eSports di SEA Games 2019

INDOSPORT.com Diupdate 07.13, 08/12/2019 • Dipublikasikan 07.43, 08/12/2019 • Penulis: Martini | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo

INDOSPORT.COM – Perhelatan pesta olahraga SEA Games 2019 di Filipina nampaknya cukup sering mengundang kontroversi, salah satunya peraturan ‘janggal’ yang menimpa skuat Indonesia di cabor eSports nomor game Hearthstone.

Tak hanya menyulitkan dua pemain Indonesia, Hendry Koentarto dan Rama Ariangga Akbar, namun peraturan yang tak biasa itu juga tentu sempat menganggu peserta lainnya di nomor Hearthstone.

Pasalnya, ketika memasuki babak playoff pada Jumat (06/12/19) lalu, pelatih dari tiap-tiap tim dilarang melakukan komunikasi kepada pemainnya meski saat jeda pertandingan.

Hal tersebut dikeluhkan oleh pelatih Hearthstone Indonesia, Reza Servia, yang membenarkan jika salah satu faktor kekalahan Hendry ‘Jothree’ Koentarto adalah karena perubahan peraturan yang dilakukan panitia pelaksana SEA Games 2019.

“Di babak penyisihan grup, pelatih diizinkan untuk berbicara dengan pemain di sela pertandingan. Tiba-tiba pada babak playoff, aturan itu diubah. Kami harus bermain empat kali selama 30 menit tanpa istirahat,” keluh Reza Servia seperti dilansir dari Antara.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Hearthstone, semua turnamen internasional pasti ada jeda antarpertandingan,” tambahnya.

Setelah gagal meraih target medali emas di SEA Games 2019, wakil Hearthstone Indonesia akhirnya meminta maaf dan melakukan evaluasi untuk dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi kedepannya.

“Kegagalan untuk mencapai target kami di Hearthstone disebabkan oleh beberapa hal. Ini bukan karena gagal dalam strategi, tapi lebih kepada kinerja yang masih kurang. Kami mohon maaf atas kegagalan kami,” pungkasnya.

Dengan demikian, Indonesia hanya akan menargetkan perolehan medali emas cabor eSports di nomor game Mobile Legends dan Arena of Valor (AOV), serta peluang lainnya dari Dota 2 dan Tekken 7.

Artikel Asli