Perangkat Wearable ini Paling Banyak Dibeli Saat Pandemi Covid-19

Infokomputer.com Dipublikasikan 15.00, 06/06 • Adam Rizal
 Apple Watch Series 5
Apple Watch Series 5

Meski pandemi COVID-19 tengah melanda dunia, jumlah pengiriman perangkat wearable selama kuartal pertama (Q1) 2020, meningkat dari periode yang sama di tahun lalu.

Menurut laporan firma riset IDC, pengiriman (shipment) perangkat wearable secara global pada Q1 2020 mencapai 72,6 juta unit. Angka tersebut melonjak 29,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari 72,6 juta unit perangkat wearable yang dikirimkan, Apple berada di posisi teratas dengan pengiriman perangkat wearable mencapai 21,2 juta unit (29,3 persen), atau tumbuh nyaris 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut IDC, peningkatan pangsa pasar Apple didorong oleh performa pengiriman produk seri Beats dan AirPods yang cukup bagus.

Jitesh Urbani (Research Manager IDC) mengatakan bahwa selama pandemi COVID-19 ini, perangkat seperti earphone dan headphone dapat bertahan di tengah kondisi sulit.

Bahkan IDC mencatat, perangkat dengan kategori ini menyumbang 54,9 persen dari keseluruhan pangsa pasar wearable.

Kedua produk tersebut diklaim mampu mendongkrak pengiriman produk seri Apple Watch yang justru mengalami penurunan mencapai 2,2 persen.

"Konsumen mengatakan bahwa earphone canggih ini tidak hanya untuk memutar audio, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas. Sebab, banyak dari mereka yang bekerja dari rumah mencari cara untuk mengurangi kebisingan di sekitarnya," ungkap Jitesh.

Di bawah Apple ada Xiaomi yang tercatat berhasil mengirim sekitar 10,1 juta unit perangkat di Q1 2020.

Pangsa pasar yang diperoleh Xiaomi sendiri tercatat mencapai 14 persen, atau meningkat 56,4 persen dibandingkan Q1 tahun lalu berkat bisnisnya yang terus merambah ke luar Cina.

Tiga vendor lain di bawah Xiaomi mencakup Samsung, Huawei, Fitbit yang masing-masing mengirimkan 8,6 juta, 8,1 juta, 2,2 juta unit perangkat wearable. Secara berurutan, pangsa pasar ketiga vendor ini adalah 11,9 persen, 11,1 persen, dan 3 persen.

Lebih lanjut, data IDC menunjukkan bahwa pangsa pasar Samsung dan Huawei meningkat sebanyak 71,7 dan 62,2 persen.

Hal ini disebabkan oleh perangkat Galaxy Buds Plus yang diklaim mampu menarik minat beli pengguna. Sementara, bisnis Huawei di sejumlah wilayah di Eropa, Amerika Latin, dan beberapa negara Asia yang diklaim terus tumbuh.

Berbeda dengan keempat vendor tadi, Fitbit adalah satu-satunya vendor wearable yang mengalami penurunan, dengan pengiriman yang tercatat "hanya" 2,2 juta unit.

Dirangkum halaman resmi IDC, angka tersebut rupanya lebih sedikit sekitar 700 ribu unit dibanding data pengiriman di Q1 2019 (2,9 juta unit).

Menurut pihak IDC, hal ini disebabkan oleh melesunya pabrik inti Fitbit di Cina gara-gara pandemi COVID-19 dan keterbatasan lini produk wearable bikinan perusahaan.

Artikel Asli