Per 20 Oktober, Patung Merlion Singapura Akan Dihilangkan

Merdeka.com Dipublikasikan 06.26, 22/09/2019
Patung Merlion. ©2012 Merdeka.com
Patung tersebut akan dihilangkan dan digantikan dengan proyek pembangunan jalan raya yang akan menghubungkan pulau Sentosa bagian selatan dan utara.

Bagi para turis yang ingin berkunjung ke Singapura dan ingin berswafoto di patung ikonik Merlion, mereka harus siap dengan rasa kecewa. Sebab, mulai 20 Oktober 2019 mendatang, para turis yang datang ke Singapura tidak akan bisa lagi melihat patung ikonik Merlion singa putih tersebut.

Patung tersebut akan dihilangkan dan digantikan dengan proyek pembangunan jalan raya yang akan menghubungkan pulau Sentosa bagian selatan dan utara.

Melansir dari Business Insider, One Faber Group menyatakan bahwa 20 Oktober mendatang akan menjadi hari terakhir patung tersebut beroperasi. Nantinya lokasi patung Merlion ini akan digantikan dengan proyek Sensoryscape.

Sensoryscape sendiri merupakan bagian dari rencana pembangunan wisata bagian selatan di Singapura. Proyek ini pun bernilai 90 juta USD. Sentosa Development Corporation mengatakan bahwa proyek konstruksi akan dimulai pada kuartal IV tahun ini.

Namun, sebelum patung ini berhenti beroperasi, One Faber akan menawarkan tiket dengan separuh harga bagi penduduk Singapura mulai 21 September sampai hari penutupannya. Hal ini ditawarkan guna mengenang dan menjadi momen nostalgia patung ikonik Merlion Singapura.

Penawaran ini berlaku jika penduduk Singapura membeli tiket di situs resmi. Namun, untuk penduduk Singapura yang berusia 60 tahun ke atas akan mendapatkan akses gratis apabila mereka membuat NRIC sebagai bukti usia mereka.

Sebagai bagian dari perpisahannya, patung Merlion akan mengadakan edisi khusus pertunjukan Sentosa Merlion Magic Lights empat kali setiap malam, yaitu pukul 19.45, 20.20, 20.55, dan 21.30.

"Kami tidak akan merelokasi patung Merlion karena ukurannya (yang besar), tetapi pihak kami akan mempertimbangkan cara untuk memperingatinya," kata Quek dikutip dari The Straits Time, Minggu (22/9).

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

Artikel Asli