Penyesalan Penulis Avengers: Endgame di Balik Kematian Black Widow

Kompas.com Dipublikasikan 08.07, 21/11/2019 • Andi Muttya Keteng Pangerang
IMDb
Karakter Black Widow yang diperankan Scarlett Johansson.

KOMPAS.com - Avengers: Endgame masih memiliki beberapa penggemar di luar sana yang mencari jawaban.

Namun, tidak ada yang lebih menonjol dari pengorbanan Iron Man dan Black Widow.

Black Widow pergi ke sisi tebing di Vormir dan seluruh dunia tersentak pada pilihan hidup yang dibuat begitu cepat itu.

Christopher Markus dan Stephen McFeely mendiskusikan pilihan-pilihan mereka dan salah satunya tentang Black Widodo saat duduk bersama Vanity Fair.

Duo penulis ini tidak menyesali keputusan mereka untuk membuat Natasha menjadi orang yang jatuh dari tebing untuk membantu menyelamatkan alam semesta.

Namun, ada satu hal yang ingin mereka lakukan secara berbeda. Jelas dari komentar mereka bahwa pilihan ini akan selalu menghasilkan reaksi baik positif maupun negatif.

“Bukan tanpa kontroversi. Kami tentu berpikir panjang dan keras tentang hal itu. Kami tahu kami membunuh pahlawan wanita pertama dari Marvel Universe. Dengan bodoh kami membuat aturan ini di film pertama, seseorang melewati tebing itu. Jadi kami harus memutuskan," kata McFeely.

"Ngomong-ngomong, kau harus dengan mudah mencintai orang di sebelahmu, jadi kami tidak bisa mengirim Steve Rogers dan Hulk. Rasanya seperti itulah resolusi dari kisahnya, bahwa jika dia bisa mengorbankan dirinya untuk keluarga barunya dan untuk setengah alam semesta, itu layak untuknya,” ucapnya lagi.

Dalam beberapa hal, menurut McFeely, pengorbanan ini memberinya kesempatan untuk memiliki momen heroik raksasa ketika teman-temannya sangat membutuhkannya.

Namun, itu sekaligus juga merupakan sumber penyesalan terbesar mereka sebagai penulis atas keputusan tersebut.

"Saya sangat bangga akan momen itu. Saya tidak menyesal. Satu-satunya penyesalan adalah bahwa itu datang pada akhir Babak Kedua. Jadi penonton tidak sempat berguling-guling dalam kesedihan karena kami punya satu jam film lagi dan kami belum menyelesaikan masalah plot-A. Jadi itu sisi buruknya," ujar McFeely.

Editor: Andi Muttya Keteng Pangerang

Artikel Asli