Penyebab Banyak Pabrikan Otomotif Hengkang dari Indonesia

Kompas.com Dipublikasikan 01.02, 06/12/2019 • Donny Dwisatryo Priyantoro
Aris FH
Honda mulai produksi Mobilio di pabrik kedua, Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama beberapa tahun belakangan ini, sudah ada beberapa pabrikan otomotif yang pamit mundur alias tidak lagi melakukan aktivitas penjualan di Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa situasi ini disebabkan oleh beberapa hal.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, mengatakan, pasar otomotif di Indonesia ada sedikit penurunan dan persaingannya juga cukup ketat.

Baca juga: Datsun Stop Produksi, Layanan Purnajual Tetap Beroperasi

"Sehingga, salah satu yang harus dilakukan oleh industri otomotif untuk meningkatkan volumenya adalah lewat ekspor. Itulah kenapa Kementerian Perindustrian mendorong ekspor dan pemerintah juga melakukan upaya-upaya untuk mendorong ekspor tersebut," ujar Putu Juli, di sela-sela diskusi bertajuk Economic Outlook: Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0", yang digelar oleh IDX Channel, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Putu Juli menambahkan, langkah tersebut dapat meningkatkan volume dan juga meningkatkan skala ekonomi. Dengan melakukan ekspor, menurut Juli, nantinya Indonesia juga akan bisa berdaya saing.

Baca juga: Chevrolet Cabut dari Indonesia, Layanan Purnajual Dipegang Diler Ini

Selain dari ketatnya persaingan di pasar, penyebab lainnya diyakini karena adanya kenaikan UMK (Upah Minimum Kapbupaten/Kota). Sebab, UMK juga merupakan bagian dari cost atau beban pengeluaran perusahaan.

"Di otomotif, nilai tambahnya cukup besar. Tapi, sebenarnya yang berdampak besar itu justru di industri komponennya," kata Putu Juli.

Penulis: Donny Dwisatryo PriyantoroEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli