Penyandang Disabilitas Ikut Berkontribusi Positif ke BUMN

Media Indonesia Dipublikasikan 07.10, 11/12/2019 • http://mediaindonesia.com/
ilusttasi kerja

MESKI berkebutuhan khusus, para penyandang disabilitas yang bekerja di Badan usaha Milik Negara (BUMN) ikut memberikan kontriusi positif dalam pengembangan perusahaan.

Salah satunya di PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). BUMN yang bergerak di bidang jasa keuangan itu tercatat memperkerjakan sekitar 20 penyandang disabilitas di sejumlah divisi usaha.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan. para penyandang disabilitas itu pun mendapat hak yang sama dengan pegawai lainnya, meski ada sejumlah perlakuan khusus perusahaan untuk mengakomodasi keterbatasannya.

"Mereka semua berstatus karyawan dengan lama kerja, mulai dari 3 tahun sampai belasan tahun, dan hanya beberapa karyawan yang masih dalam masa percobaan (probation) selama tiga bulan, sebagai hasil rekrutmen baru," kata Arief dalam keterangan tertulisnya.

Arief mengungkapkan setiap momen pembukaan lapangan kerja Rekrutmen Bersama BUMN, pihaknya tak menutup mata terhadap pelamar dari kalangan penyandang disabilitas. Hal itu untuk memberikan kesempatan kerja yang setara bagi semua warga negara.

Baca juga :

"Mereka menempati posisi antara lain sebagai reviewer pembiayaan, keuangan dan administrasi pembiayaan, staff pengawasan & monitoring (supervisi) pembiayaan, dan supervisor pembiayaan di ujung tombak, yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetapi tetap bisa bekerja secara normal.” ujarnya.

Arief menambahkan, bagi para penyandang disabilitas, PNM memandang perlu untuk memberikan kesempatan kepada mereka sesuai kompetensi yang dimiliki, dan sesuai dengan UU No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Terpisah, Willy Hendrawan, seorang penyandang disabilitas yang selama satu bulan terakhir ini, menjalani tahapan on The Job Training (OJT) di PLN dan ditempatkan di Talent Development, bidang Recruitment and Onboarding Development, mengungkapkan, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, koordinasi dan kerja sama dalam teamwork, berjalan lancar dan sangat baik.

“Saya dibimbing oleh rekan senior, manajer, dan VP dengan sangat baik, demikian pula dalam hal komunikasi dilakukan seperti layaknya teman. Dengan demikian suasana kerja menjadi nyaman. Selain itu apa yang diajarkan dan diarahkan kepada saya, juga dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," ujarnya.

"Perusahaan memperlakukan semua karyawan sama, baik yang berkebutuhan khusus maupun tidak, sehingga suasana yang terbangun nyaman dan menumbuhkan semangat kerja," imbuhnya.

Terkait fakta di atas, dalam hal membantu proses rekrutmen bagi pegawai berkebutuhan khusus, Psikolog yang juga Konsultan Psikologi Industri dan Organisasi MSDM profesional, Ronny Hanggoro mengatakan, penyandang disabilitas di Indonesia tidak perlu khawatir karena ada Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 yang melindungi hak penyandang disabilitas, termasuk soal pekerjaan.

“Dengan demikian kita bisa menerima saudara kita yang disabilitas, yang masih memenuhi kriteria. Artinya dia bisa mengerjakan tugas- tugas yang akan dibebankan kepadanya," tandasnya. (RO/OL-7)

Artikel Asli