Penyakitnya Diabetes, Kok Efeknya Sampai ke Ginjal, Otak dan Jantung?

Kompas.com Dipublikasikan 06.38, 14/11/2019 • Shierine Wangsa Wibawa
Thinkstock
Ilustrasi diabetes.

KOMPAS.com - Hari Diabetes Sedunia jatuh pada hari ini (14/11/2019).

Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia, Dr dr Fatimah Eliana, SpPD, KEMD memperingatkan masyarakat akan pentingnya diagnosis dini dan tindakan penanganan cepat untuk mencegah timbulnya berbagai dampak buruk dari diabetes.

Dia mengatakan dalam acara "Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia" oleh Diabetasol di KalCare, Jakarta, Rabu (13/11/2019), bahwa diabetes merupakan ibu dari segala penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi jantung koroner dan bahkan disfungsi ereksi.

Namun, mengapa penyakit diabetes bisa memiliki efek ke mana-mana, mulai dari ginjal, otak sampai jantung?

Baca juga: Khawatir Idap Diabetes? Coba Cek Mandiri dengan Cara Ini

Kepada Kompas.com, Eliana menganalogikan pembuluh darah sebagai pipa.

Ketika gula darah tinggi, aliran darah dalam pembuluh darah melambat dan lama kelamaan menyebabkan kerusakaan pada dinding pipa atau dinding pembuluh darah.

"Orang makan enggak cuma gula saja, tetapi pasti ada kolesterol, karbohidrat dan proteinnya. Jadi ketika dinding pembuluh darah rusak dan makanannya berlemak tinggi, terjadi sumbatan atau plak," ujarnya.

Apabila plak terjadi pada pembuluh darah yang kecil seperti jantung, maka bisa terjadi hipoksia (kekurangan oksigen).

Baca juga: Mengenal EAiD yang Dianggap Bisa Jadi Solusi Diabetes di Indonesia

"Pertama keluhannya nyeri dada. Lama-lama terjadi kerusakan otot karena kurang oksigen jadinya infark miokard (serangan jantung)," kata Eliana.

Pada otak, mekanisme yang sama bisa menyebabkan stroke iskemik.

Inilah juga alasan organ pertama yang biasanya mengalami gangguan akibat diabetes adalah ginjal. Ginjal memiliki banyak pembuluh darah yang berukuran kecil yang rentan mengalami kerusakan akibat diabetes yang tak terkontrol.

Gangguan pada pembuluh darah yang bertugas untuk memindahkan oksigen juga menjadi alasan luka pada penderita diabetes menjadi lama sembuh. Sebab, oksigenisasi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka rendah sekali.

Penulis: Shierine Wangsa WibawaEditor: Shierine Wangsa Wibawa

Artikel Asli