Penting! Minta Izin Sebelum Menshare Foto si Anak di Medsos

Popmama.com Dipublikasikan 05.30, 08/12/2019 • Titania Febrianti
Pixabay/StockSnap

Mama ingat kan saat masih bersekolah? Kamera ponsel saat itu mungkin belum secanggih saat ini atau bahkan belum ada. Karena itu, foto-foto digital belum beredar di dunia maya melalui media sosial sebanyak sekarang.

Bagi anak-anak masa kini, apalagi yang sudah diperbolehkan orangtuanya memegang ponsel, setiap hari adalah hari berfoto. Semua dengan mudahnya ia bagikan di akun medsosnya.

Tak hanya si Anak yang melakukan hal ini. Pastinya, Mama lebih banyak lagi mengambil foto si Anak, mulai dari ia bayi sampai menjelang remaja. Lihat saja folder gallery di ponsel Mama. Pasti dipenuhi oleh momen-momen kelucuan si Anak.

Makna Foto Bagi Anak Masa Kini, Berbeda dengan Zaman Mama Kecil

Freepik/freepic.diller

Menurut Devorah Heitner, pendiri Raising Digital Natives dan penulis buku Screenwise: Helping Kids Thrive (and Survive) in Their Digital World, bagi si Anak, foto-foto masa kini memiliki makna berbeda dibandingkan makna foto bagi Mama saat kecil.

Menurutnya, anak-anak masa kini hidup dalam budaya yang lebih visual. Jika dahulu saat kecil Mama berpikir harus tampil bagus saat difoto karena kamera memiliki keterbatasan jumlah film dan harus membutuhkan biaya untuk memprosesnya, anak-anak masa kini tak memikirkan hal-hal tersebut dan memotret apapun yang mereka mau.

Bahkan Mama pun tak berpikir panjang kan, saat mengambil foto-foto keluarga dan memajangnya di media sosial. Demikian pula si Anak.

Namun Ma, Devorah menyarankan Mama untuk meminta izin kepada Anak (setidaknya yang berusia 9 tahun ke atas), sebelum memposting foto si Anak di medsos.

Mengapa? Menurut Devorah, berikut beberapa hal yang akan si Anak dapatkan, jika Mama meminta izin terlebih dahulu, :

1. Mengajarkan si Anak bahwa foto adalah milik pribadi

Freepik/jcomp

Dengan meminta izin sebelumnya, Mama mengajarkan kepada Anak agar ia menyadari bahwa sharing foto di medsos adalah sebuah pilihan. Dan beberapa hal bisa jadi merupakan hal yang bersifat pribadi.

Mama akan mengajari arti respek terhadap orang yang difoto saat meminta izin, dan dia juga akan melakukan hal yang sama saat berpose dengan teman-teman atau memotret teman-temannya, untuk kemudian memposting foto itu di medsos milik si Anak.

2. Mengajarkan untuk membuat batasan yang baik

Pixabay/manseok Kim

Adalah hal yang sangat penting bagi si Anak untuk berani berkata tidak. Bayangkan jika temannya memotretnya saat ia tertidur dengan mulut menganga di bus saat berkaryawisata misalnya. Kemudian dia tak suka fotonya itu disebarkan melalui medsos kawannya. Atau juga mungkin terjadi hal sebaliknya. Ia yang memotret kawannya dalam keadaan yang tak biasa.

Dengan Mama meminta izin, hal ini akan memberinya waktu untuk berpikir. Demikian pula jika ia mengetahui bahwa temannya akan menshare foto berisi dirinya di medsos. Waktu berpikir ini akan memberikan banyak manfaat baik bagi dirinya, maupun diri teman-temannya.

3. Mengajarkan bahwa si anak memiliki kekuatan

Pixabay/martakoton

Meminta izin akan membuat anak memiliki kekuatan. Saat Mama meminta izin, maka itu akan menjadi pilihan dia, bukan pilihan Mama. 

Selanjutnya, ia akan melakukan hal yang sama pada teman-temannya, dan akan mengharapkan perlakukan yang sama pula dari teman-temannya. Akhirnya, si Anak akan mampu berkata dengan tegas, "jangan share fotoku," jika seseorang memotretnya dan si Anak tak berkenan. Ajarkan bahwa ia juga boleh mendesak temannya itu untuk menghapus foto dirinya tersebut saat itu juga.

4. Mengajarkan pengendalian diri

Pixabay/Pixelkult

Dengan menerapkan permintaan izin sebelum memposting fotonya, artinya Mama telah mengajarkan si Anak aturan untuk menghormati pula dirinya sendiri. Selanjutnya, ingatkan pula bahwa si Anak harus berpikir dahulu sebelum menshare foto selfie dirinya di medsos.

Medsos merupakan tempat untuk merekam kejadian sehari-hari, merekam perasaan pemilik akun, maupun memamerkan hal-hal tertentul. Hal ini tentu akan dilihat oleh orang-orang yang bisa jadi bahkan bukan temannya.

Ajari ia untuk berpikir mengenai risiko yang akan timbul terkait medsos. Seperti misalnya para pengikutnya akan selalu tahu ke mana pun ia pergi, ataupun terkait hal lain yang seharusnya menjadi hal yang pribadi.

Dengan mengajarkan hal-hal di atas, maka Anak akan memiliki pertimbangan yang lebih baik saat menceburkan dirinya ke dalam dunia media sosial.

Artikel Asli