Penolakan Turis China Trending di Twitter, Berapa Jumlahnya di Indonesia?

Kompas.com Dipublikasikan 10.49, 26/01/2020 • Mela Arnani
Shutterstock
Ilustrasi Penerbangan Internasional

KOMPAS.com - Kedatangan turis asal China di Indonesia sempat mendapatkan tanggapan dari masyarakat.

Masyarakat bahkan meminta pemerintah untuk sementara membatalkan kedatangan kunjungan turis dari Cina.

Alasannya karena mewabahnya virus corona baru yang muncul pertama kali dari Kota Wuhan, Cina dan telah menyebar ke sejumlah negara lain.

Warganet pun ramai menyoroti hal tersebut sehingga topik mengenai pelarangan turis asal China masuk ke Indonesia pun menjadi trending topik di lini masa Twitter di Indonesia.

Tanda pagar atau tagar #TolakSementaraTurisChina menjadi topik terpopuler kedua di Twitter. Hingga pukul 17.29 WIB, sudah ada 33,3 ribu twit mengenai hal tersebut. 

Selain akun di atas, sejumlah warganet nampak memberikan dukungan terhadap penolakan sementara turis China masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Lantas, berapa jumlah turis asal China yang masuk ke Indonesia?

*Baca juga: Menyebar ke 13 Negara, Seberapa Mematikan Virus Corona? *

Jumlah turis China di Indonesia

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2019 mencapai 1,29 juta.

Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 11,55 persen dibandingkan kunjungan pada November 2018.

Sementara, secara kumulatif dari Januari-November 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,92 juta.

Angka tersebut naik sebesar 3,55 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018, sebanyak 14,4 juta kunjungan.

Menurut kebangsaan, data BPS menunjukkan, wisman dari China masuk dalam tiga besar kunjungan terbanyak ke Indonesia.

Berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wilayah ini:

  • Wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,83 juta kunjungan (19,01 persen)
  • Wisman berkebangsaan China 1,92 juta kunjungan (12,87 persen)
  • Wisman berkebangsaan Singapura 1,74 juta kunjungan (11,64 persen)
  • Wisman berkebangsaan Australia 1,26 juta kunjungan (8,47 persen)
  • Wisman berkebangsaan Timor Leste 1,10 ribu kunjungan (7,39 persen)

Secara kumulatif (Januari–November 2019), wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi yaitu sebesar 18,11 persen, dibandingkan periode yang
sama di tahun sebelumnya.

Sedangkan, wilayah Asia selain Asean memiliki persentase penurunan terbesar yaitu 9,93 persen.

Baca juga: Update! 13 Negara Ini Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona

Penulis: Mela ArnaniEditor: Virdita Rizki Ratriani

Artikel Asli