Penjualan mobil baru turun, Asuransi ABDA optimalkan Asuransi mobil bekas

Kontan.co.id Dipublikasikan 14.24, 22/09/2019 • Maizal Walfajri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) mencari cara agar dapat terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi saat penjualan mobil loyo.

Deputi Direktur Asuransi ABDA Freddy Wijaya mengaku kendaraan bermotor memberikan kontribusi hingga 70% terhadap pendapatan premi asuransi perusahaan. Setelah itu, pendapatan premi terbesar lainnya berasal dari kesehatan kumpulan dan marine cargo.

*Baca Juga: Asuransi Bina Dana Arta kantongi Rp 60 miliar dari premi asuransi kesehatan *

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan dari pabrikan ke diler (wholesales) yang diolah PT Astra International Tbk tercatat penjualan mobil periode sepanjang Januari-Agustus 2019 tercatat sampai 660.286 unit, turun 13,5% dari periode sama 2018 yang mencapai 763.444 unit.

“Memang penjualan kendaraan lagi lesu, tapi ada produk lainnya. Kita larinya ke asuransi kredit dan properti yang belum tergarap maksimal. Di samping itu, optimalkan dari kendaraan second juga mulai berasuransi. Mereka mulai sadar manfaat berasuransi,” ujar Freddy beberapa waktu lalu.

Freddy mengaku menggarap asuransi mobil bekas guna menutupi lesunya penjualan mobil hingga Agustus 2019. Ia bilang Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sudah mengatur mengenai asuransi mobil bekas ini.

*Baca Juga: Asuransi kesehatan dan kendaraan turun, pendapatan premi ABDA turun 18,38% *

Sehingga premi yang dibayarkan oleh tetanggung dan risiko maupun klaim sudah dihitung dan mengacu pada aturan tersebut.

“Pendapatan premi ABDA hingga Agustus 2019 seniktar Rp 700 miliar.  Adapun sampai akhir tahun target pendapatan premi Rp 1 triliun,” pungkas Freddy.

Artikel Asli