Penjualan iPhone Turun, Apple Malah Bayar Rp 13,8 Triliun ke Samsung?

Kompas.com Dipublikasikan 23.52, 15/07 • Bill Clinten
reuters.com
ilustrasi Apple

KOMPAS.com - Apple dikabarkan membayar uang sebesar  950 juta dolar AS (Rp 13, 8 triliun) kepada kompetitornya, Samsung.

Bukan untuk membeli komponen atau paten, duit yang dikucurkan perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu kabarnya adalah uang ganti rugi lantaran Apple gagal memenuhi kesepakatan yang mereka buat bersama Samsung.

Menurut laporan dari situs yang kerap membahas bisnis industri panel, DisplaySupplyChain (DSCC), kesepakatan yang dimaksud berkaitan dengan jumlah minimum pembelian panel OLED yang tidak bisa dipenuhi oleh Apple.
Baca juga: Facebook Ungkap Penyebab Tumbangnya Spotify, Tinder dkk di iPhone

Hal itu konon disebabkan oleh penjualan iPhone belakangan lesu, sehingga memaksa Apple "mengabaikan" sisa panel OLED yang harus dibeli tadi, kemudian justru harus merogoh kocek ekstra untuk membayar penalti.

Apple belum memberikan keterangan resmi apakah perusahaan tersebut memang benar membayar denda yang jumlahnya hampir 1 miliar dolar AS itu atau tidak.

Namun, Samsung mengonfirmasi bahwa pihaknya memprediksi bakal ada peningkatan profit di ranah operasional pada kuartal kedua (Q2) 2020 dengan besar sekitar 23 persen.

Peningkatan ini diklaim berasar dari performa bisnis semikonduktor yang dinilai cukup baik, serta pihak yang melakukan one-time payment dalam jumlah yang besar. "Pihak" dimaksud boleh jadi tak lain adalah Apple yang membayar denda..
Baca juga: Apple Ingin iPhone Jadi SIM dan Paspor Digital

Meski demikian, Samsung tak mengumbar berapa jumlahnya, berikut identitas pihak yang melakukan pembayaran besar tadi. Yang jelas, hal tersebut dikonfirmasi berkaitan dengan bisnis panel layar.

Berkaitan dengan penalti yang dibayarkan ke Samsung, Apple juga pernah tertimpa masalah yang sama sekitar Q2 2019 lalu.

Kala itu, perusahaan asal Cupertino, California, Amerika Serikat tersebut dilaporkan gagal memenuhi kuota pembelian panel display Samsung dalam jumlah yang telah ditentukan dan harus rela membayar sekitar 683 juta dolar AS (Rp 9,9 triliun).

Dirangkum KompasTekno dari 9to5Mac, Kamis (16/7/2020), Apple sendiri biasanya gemar membuat suatu kesepakatan dengan para penyuplai komponen mereka. Kesepakatan tersebut berkaitan dengan jumlah komponen yang nantinya akan dibeli oleh Apple.
Baca juga: Ponsel Samsung Dijual Tanpa Charger Tahun Depan?

Apabila Apple gagal memenuhi jumlah minimum yang telah ditentukan, maka perusahaan yang dirintis oleh Steve Jobs itu biasanya harus membayar semacam penalti karena tak bisa memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.

Adapun pasokan dan permintaan komponen Apple di tahun ini sendiri dikabarkan turut terkena imbas wabah Covid-19. Sehingga, tak aneh jika raksasa teknologi tersebut gagal memesan panel OLED bikinan Samsung dengan jumlah sesuai dengan kesepakatan.

Penulis: Bill ClintenEditor: Oik Yusuf

Artikel Asli