Penjualan Alphard Hybrid Miris, Januari-Agustus 2019 Hanya Laku 1 Unit, Begini Kata Toyota

Gridoto Dipublikasikan 14.30, 18/10/2019 • Muhammad Ermiel Zulfikar
Ilustrasi. Alphard Hybrid.

GridOto.com - Performa penjualan Toyota Alphard Hybrid bisa dibilang cukup menyedihakan atau miris di sepajang 2019 ini.

Bayangkan saja, menurut data Gaikindo sepajang periode Januari hingga Agustus 2019, MPV Luxury ini hanya laku terjual sebanyak satu unit saja di Indonesia.

Padahal, Toyota berhasil menjual Alphard tipe lainnya yang non-hybrid hingga 2.765 unit selama periode tersebut.

Bahkan, penjualan Alphard Hybrid itu juga kalah dengan saudaranya yang sama-sama menganut elektrifikasi.

 

Seperti Toyota C-HR Hybrid yang laku sebanyak 242 unit dan Toyota Camry Hybrid sebanyak 128 unit di periode yang sama.

Menanggapi hal itu, Fransiscus Soerjopranoto, selaku Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) menegaskan, pihaknya masih menjual Alphard Hybrid.

Hanya saja dilakukan atas dasar permintaan konsumen dengan cara spot order, mengingat permintaan terhadap MPV Luxury tersebut tidaklah banyak.
"Kalau kami bicara Alphard Hybrid dan Prius itu adalah spot order," ujar pria yang akrab disapa Soerjo ini saat dihubungi GridOto.com, Selasa (15/10/2019).

"Kenapa ada pembedaan seperti itu? balik lagi kuantiti, karena kalau kami pesankan kami tidak tahu real quantiti-nya berapa," imbuhnya.

Soerjo menjelaskan, cara itu digunakan karena belum tentu ada konsumen yang membeli MPV Hybrid mewah ini setiap bulannya.

Sehingga daripada membebankan biaya operasional mereka dan unitnya jadi menumpuk di gudang penyimpanan, maka dihadirkanlah fasilitas tersebut.

"Itu daripada berisiko terhadap bisnis ataupun secara kostumer yang tidak terpenuhi, makanya kami buka fasilitas spot order," terang Soerji lagi.

"Spot order itu yang melakukan adalah TAM, konsumen pesan dulu ke dealer dan pihak dealer mengorder ke kami. Jadi kostumer masih bisa pesan, tapi itu tidak dalam bentu ready stok," sambungnya.

Lebih lanjut, fasilitas spot order itu tidak hanya berlaku untuk Alphard Hybrid dan Prius saja.

Melainkan juga untuk beberapa model Toyota lainnya yang dipasarkan di negara lain dan diimpor secara utuh (CBU) ke Indonesia.

"Hal seperti itu juga kami lakukan kok ke model lain seperti FJ Cruiser dan LC-200, itu semua kami lakukan dengan fasilitas sport order, gitu," papar Soerjo.

"Apakah itu berlaku untuk semua model Toyota yang dipasarkan di luar negeri? jawaban kami tidak, karena kami harus meng-introduce atau memperkenalkan dulu model tersebut di Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Soerjo juga menjelaskan, untuk mendatangkan unitnya ke Indonesia hingga diterima oleh konsumen, membutuhkan waktu yang tidaklah sebentar.

Karena ada beberapa proses yang harus diselesaikan.

"Umumnya itu ada jangka waktu tiga bulan, itu maksimum, hingga mobil datang ke konsumen," tutup Soerjo.

Artikel Asli