Penjual Alat Kesehatan di Semarang Tak Sanggup Penuhi Permintaan Masker N95

Kompas.com Dipublikasikan 15.40, 29/01 • Kontributor Semarang, Riska Farasonalia
Shutterstock
Masker N95

SEMARANG.KOMPAS.com - Sejak merebaknya virus corona, penjualan masker di sejumlah toko alat kesehatan wilayah Semarang, Jawa Tengah, meningkat drastis.
Terlebih untuk jenis masker N95, sebab masker jenis ini diyakini dapat mencegah penularan penyakit karena dirancang untuk menyaring partikel udara secara efektif.
Hal ini pun memicu kelangkaan masker N95 di sejumlah toko alat kesehatan dan apotek.

Baca juga: Jumlah Masker Terbatas karena Virus Corona, Harga Naik hingga 6 Kali Lipat

Madam, supervisor Toko Alat Kesehatan Daya Prima, mengatakan selama satu pekan terakhir sulit untuk memenuhi permintaan masker N95.

Dalam waktu tiga hari terakhir, toko di Jalan Kaligarang ini mampu menjual 8 hingga 10 boks masker N95 setiap harinya.

Satu boks masker berisi 20 buah yang dijual dengan harga Rp 30.000.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Siswa SDI Al Azhar 22 Salatiga Wajib Pakai Masker

Padahal sebelum merebaknya virus corona, permintaan masker N95 jumlahnya sangat sedikit.
"Sekarang stoknya kosong dan sulit didapatkan. Kemarin ada 1 boks langsung ludes dibeli," jelas Madam saat ditemui KOMPAS.com, Rabu (29/01/2020).

 

Menurut Madam, pembeli masker N95 tidak hanya warga lokal. Beberapa turis yang berada di Semarang juga mencari penutup mulut dan hidung itu sebelum kembali ke negara asalnya.

"Kebanyakan yang beli warga China di sini yang mau pulang ke negaranya untuk antisipasi tertular virus corona. Ada juga orang Paris habis bepergian takut tertular saat transit di bandara," katanya.
Untuk mencukupi permintaan, Toko Daya Prima sudah kembali memesan masker tersebut ke distibutornya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Mengenal N95, Masker yang Dinilai Efektif Lindungi dari Paparan Kabut Asap

Namun, setelah satu pekan berlalu sejak pemesanan itu dilakukan, stok masker itu masih belum datang.
"Bahkan hari ini ada puluhan pelanggan yang datang cari masker N95 terus kami tolak," pungkasnya.

Penulis: Kontributor Semarang, Riska FarasonaliaEditor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel Asli