Penjelasan Kepsek soal Siswa "Bully" Guru di SMP Maha Prajna Cilincing

Kompas.com Dipublikasikan 08.49, 26/03/2019 • Tatang Guritno
INSTAGRAM/ lambe_turah
Video siswa berjoget mengelilingi gurunya viral di media sosial. (INSTAGRAM/lambe_turah)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah SMP Maha Prajna Cilincing, Jakarta Utara, Frans Hendrik Garang membenarkan video viral bullying sejumlah murid terhadap gurunya terjadi di sekolahnya. 

Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (22/3/2019) setelah pelajaran olahraga.

"Jadi kejadiannya setelah anak-anak mengikuti pelajaran olahraga, lalu mereka istirahat, dan naik ke kelas. Sesudah itu, guru jam pelajaran selanjutnya masuk, tetapi sudah ada (murid) yang di atas meja, ada yang sawer, nyanyi-nyanyi, diingatkanlah oleh guru tersebut," ujar pria yang akrab disapa Garang, di SMP Maha Prajna Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (26/3/2019). 

Ia mengatakan, para murid tidak menghentikan aksinya meski sudah diingatkan. Bahkan, lanjut dia, ada murid yang merekam kejadian tersebut.

"Ada dua (siswa) yang merekam, satu dari depan kelas, satu dari belakang. Nah anak yang merekam dari belakang inilah yang menyebarkan video tersebut," katanya. 

Menurut Garang, guru yang mengalami perundungan merupakan guru Pendidikan Lingkungan Kota Jakarta (PLKJ).

Setelah kejadian, guru tersebut tidak melapor karena menganggap hal tersebut sebagai kejadian biasa.

"Guru itu tidak langsung melaporkan karena menganggap itu kejadian biasa. Saya baru mengetahuinya hari Sabtu (23/3/2019) pagi dari pesan WhatsApp," ujar Garang.

Menurut Garang kejadian tersebut berlangsung lima menit. Setelah melakukan aksinya, para murid langsung mengikuti pelajaran seperti biasa.

Tindakan tidak hormat tersebut dilakukan oleh sebelas murid yang duduk di kelas IX.

Video sekumpulan anak mengelilingi gurunya sambil berjoget tersebut diunggah akun instagram @lambe_turah dan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali. 

Penulis: Tatang Guritno 

Editor: Kurnia Sari Aziza

Artikel Asli