Penjelasan Atta Halilintar Soal Video yang Dinilai Menistakan Agama

Tribunnews.com Dipublikasikan 03.50, 17/11/2019
Konten kreator Atta Halilintar ditemui saat menghadiri acara salah satu provider seluler di Jakarta, Rabu (30/10/2019). Atta Halilintar menjadi salah satu nominator Kreator Konten Digital Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2019 bersaing dengan Baim Wong, Raffi Ahmad, hingga Ria Ricis. Atta Halilintar dan Ria Ricis memang dikenal sebagai raja dan ratu YouTube di Tanah Air, bahkan Asia. Tribunnews/Herudin

TRIBUNNEWS.COM - Youtuber kondang Atta Halilintar dilaporkan sebuah ormas ke pihak kepolisian, dengan tuduhan penistaan agama melalui sebuah video yang pernah diunggahnya.

Setelah resmi dilaporkan di Polda Metro Jaya, Rabu (13/11/2019) , Atta Halilintar kembali angkat bicara lewat Instagram Story miliknya, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (16/11/2019).

Dalam unggahannya, Atta Halilintar mengaku kalau sebenarnya video tersebut sudah dihapus cukup lama.

"Video lama yang sudah dihapus dari lama karena takut salah paham, tapi sekarang video dipotong-potong untuk menyerang," tulis Atta. 

Atta yang dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 156 a, dan UU ITE Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a tentang dugaan Penistaan Agama, mengatakan bahwa keluarga mereka tidak berniat menistakan agama.

"Tidak ada niat sama sekali untuk menistakan Agama yang saya cintai dan saya hormati. Yang ngomong saja enggak tahu itu video di-upload di channel siapa dan itu video kapan," tulis Atta. Video berujudul

"Dilarang dilakukan saat solat" itu sebenarnya juga sudah tidak ada di channel YouTube GH (Gen Halilintar).

Meski terkenal di Malaysia dan digunakan sebagai edukasi anak-anak di sekolah, video tersebut akhirnya dihapus karena takut ada kesalahpahaman.

"Kami bukan manusia sempurna. Mohon maaf lahir batin salah silap cara penyampaiannya yang jauh dari kata baik apalagi sempurna. Semoga Allah mengampuni," tulis Atta di akhir unggahan Instagram Story.

Instagram Story Atta Halilintar, Sabtu (16/11/2019). Atta menjelaskan perihal tudingan penistaan agama yang dialamatkan padanya.

Diketahui, Atta dilaporkan oleh sebuah LSM bernama KPK (Komunitas Pengawas Korupsi). Laporan itu dibuat di SPKT Polda Metro Jaya, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Atta dilaporkan bersama dengan sebuah akun YouTube bernama Gunawan Swallow. Laporan ini teregister dengan nomor LP/7322/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 13 November 2019.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Tuduhan Penistaan Agama, Atta Halilintar: Kami Bukan Manusia Sempurna, Mohon Maaf…

Artikel Asli