Penggusuran, Ini Janji Anies saat Kampanye dan di Panggung Debat

Tempo.co Dipublikasikan 22.45, 20/11/2019 • Martha Warta Silaban
Calon Gubernur no urut 3, Anies Baswedan menyapa massa saat menggelar kampanye akbar Pilkada dil apangan Banteng, Jakarta, 5 Februari 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Warga korban penggusuran Sunter Agung menyatakan Gubernur DKI Anies Baswedan tidak menepati janji kampanye.

TEMPO.CO, Jakarta -Warga korban penggusuran Sunter Agung menyatakan Gubernur DKI Anies Baswedan tidak menepati janji kampanye. Mereka menyebut janji Anies palsu.

Perihal Anies Baswedan tidak menepati janjinya, Tempo mengumpulkan ucapan Anies terkait penggusuran pada saat kampanye hingga ke panggung debat, yakni:

1. Pada saat debat 1 Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies menegaskan akan melakukan peremajaan kota tanpa menggusur.

"Minggu lalu saya datang ke Bukit Duri. Ikut dalam syukuran karena warga Bukit Duri menang di PTUN menghadapi Pemda DKI Jakarta. Apa yang terjadi di tempat itu? Ketidakadilan dilaksanakan, ketika berhadapan dengan kekuasaan yang kuat, tumpul, tapi ketika berhadapan dengan rakyat yang miskin, lemah, banyak prosedur dilanggar demi kepentingan. Menggeser. Yang kita akan lakukan bukan menghilangkan orang miskin, yang kita ingin lakukan adalah menghilangkan kemiskinan. Terkait dengan ini maka kita akan tegas, kita akan melakukan yang disebut dengan urban renewal, peremajaan kota. Penataan ulang, bukan dikosongkan. Apalagi dikosongkan tanpa mempertimbangkan satu prosedur: rasa keadilan dan memperhatikan mereka sebagai sesama warga Jakarta," katanya pada Jumat, 12 Januari 2017.

2. Saat kampanye di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 25 November 2016, Anies menawarkan solusi penataan permukiman penduduk. Ia menegaskan penggusuran bukan solusi terbaik dalam menata permukiman.

“Penggusuran juga menjadi salah satu kekhawatiran. Jadi tadi setelah selesai semua, ya pada salaman sama saya, “Pak jangan gusur pak, jangan gusur pak jangan gusur,” rasa aman itu seperti tiada lagi di tempat ini. Karena itu saya tegaskan di sini, kita tata ulang, kita akan tata dengan bersih, sehingga kampung itu menjadi nyaman, menjadi sehat, dan ini dikerjakan di berbagai tempat di dunia. Jadi kita itu inginnya kalau ada kampung dikosongkan gitu aja. Jangan dikosongkan, ditata ulang dengan rapi dengan bersih, itu yang akan kita lakukan,” katanya.

3. Pada saat kampanye Permukiman pada penduduk, di dekat bantaran rel kereta api, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Anies bertemu dengan warga yang khawatir dengan kemungkinan penggusuran terhadap bangunan yang mereka miliki. Anies berjanji akan memberikan solusi terkait hal tersebut.

“Pemukiman terlalu dekat dengan rel kereta api, potensi – potensi resiko akan tinggi. Jadi kita harus tegas menegakkan keamanan, keselamatan warga. Prosesnya harus dilakukan dengan manusiawi, karena sebagian besar dari mereka sudah tinggal di sini puluhan tahun. Secara Undang – Undang tinggal lebih dari 20 tahun, 30 tahun itu mereka memiliki hak untuk melakukan legalisasi, memastikan mereka hidupnya tidak terbengkalai hanya karena dilakukan pemindahan – pemindahan,” kata Anies Baswedan.

MEIDYANA ADITAMA WINATA BERBAGAI SUMBER | MARTHA WARTA S

Artikel Asli