Pengemudi ojek online tolak Nadiem Makarim jadi menteri

Kontan.co.id Dipublikasikan 08.20, 21/10/2019 • Abdul Basith

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengemudi ojek online (ojol) mengancam akan melakukan aksi penolakan bila eks bos Gojek Nadiem Makarim menjadi menteri kabinet baru Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Alasannya, meski Gojek sudah menjadi perusahaan besar, kesejahteraan pengemudi ojol masih belum bagus.

"Ojol tidak setuju apabila Nadiem jadi salah satu menterinya Jokowi, akan ada pergerakan kota seluruh Indonesia, sebagai penolakan," ujar Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia Igun Wicaksono saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (21/10).

Sosok Nadiem diakui sebagai pengusaha yang sukses. Hal itu dibuktikan dari Gojek yang berhasil menjadi start up unicorn dengan valuasi yang tinggi.

*Baca Juga: Nadiem Makarim siap jadi menteri, begini tanggapan GoJek *

Namun, Igun bilang kesejahteraan ojol masih belum baik. Para mitra masih mendapatkan keuntungan yang sedikit.

"Jutaan para mitra ojek onlinenya berdarah-darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan," terang Igun.

Sebelumnya, Nadiem menyampaikan merasa terhormat bisa bergabung dengan kabinet. Ia pun menerima tanggung jawab tersebut dan menyatakan akan berinovasi.

"Saya sangat senang sekali hari ini karena memang ini menunjukkan bahwa sebenarnya kita maju ke depan dan siap berinovasi juga," ujar Nadiem usai bertemu Jokowi, Senin (21/10).

Ia bilang banyak inovasi yang akan dilakukan olehnya dalam kabinet nanti. Semuanya akan merujuk pada visi misi dari Jokowi bersama Ma'ruf Amin.

*Baca Juga: Ditawari jadi menteri, Nadiem mundur dari Gojek *

Artikel Asli