Pengelola Bandara Soetta Rugi Rp 838 Miliar Akibat Corona

kumparan Dipublikasikan 02.10, 09/08/2020 • kumparanBISNIS
Suasana Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpantau sepi penumpang di Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

Kinerja keuangan pengelola Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Soetta, PT Angkasa Pura II (Persero) sangat terdampak pandemi virus corona. Pandemi membuat orang berpergian menggunakan pesawat udara dan lalu lintas pesat berkurang. Akibatnya pendapatan Perseroan dari sektor Aeronautika turun drastis.

Mengutip laporan keuangan Angkasa Pura II dari keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Minggu (9/8), BUMN pengelola 19 bandara ini rugi Rp 838,26 miliar sepanjang semester I 2020. Angka ini melonjak tajam dari periode yang sama di 2019, yakni masih mencetak laba bersih Rp 363,17 miliar.

VP Corporate Communications Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengakui anjloknya kinerja keuangan Perseroan akibat dampak pandemi virus corona.

"Ini karena pandemi," kata Yado kepada kumparan, Minggu (9/8).

Pendapatan Angkasa Pura II sendiri memang turun, yakni dari Rp 4,43 triliun di semester I 2019 menjadi Rp 3,21 triliun di semester I 2020. Pendapatan dari sektor Aeronautika seperti jasa pelayanan penumpang, jasa pendaratan, pemakaian counter, pemakaian aviobridge, jasa penempatan, dan parkir pesawat turun 50,6 persen. Sebaliknya, pendapatan Non-aeronautika seperti konsesi, sewa ruangan, utilitas, pemasangan iklan, sewa tanah, hingga jasa kargo naik 9,6 persen.

Saat operasional bandara tidak maksimal, beban usaha justru naik. Beban usaha meningkat dari Rp 3,52 triliun di semester I 2019 menjadi Rp 3,60 triliun di semester I 2020.

Artikel Asli