Pengamat soal Bahaya Deepfake: Masyarakat Harus Makin Cerdas

Merdeka.com Dipublikasikan 08.31, 16/10/2019
Ilustrasi Deepfake. ©2019 businessinsider.com
Menurut pengamat media sosial, Enda Nasution, cepat atau lambat teknologi deepfake ini akan menjadi massif. Digunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyebar kebohongan melalui video rekayasa. Tak terkecuali akan menyebar cepat ke negeri ini.

Berkembangnya teknologi saat ini, membuat kecanggihan pembuatan hoaks pun mengikuti. Belakangan ini ramai mengenai deepfake. Deepfake ini adalah video rekayasa atau materi digital yang dibuat oleh kecerdasan buatan yang canggih hingga menghasilkan gambar dan suara yang terlihat dan terdengar asli.

Deepfake ini bisa membuat konten tiruan dengan mempelajari foto dan video dari sosok yang menjadi target dari berbagai sudut pandang dan meniru gerak-gerik tubuh dan gerakan bibirnya.

Menurut pengamat media sosial, Enda Nasution, cepat atau lambat teknologi deepfake ini akan menjadi massif. Digunakan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyebar kebohongan melalui video rekayasa. Tak terkecuali akan menyebar cepat ke negeri ini.

"Memungkinkan teknologi ini digunakan di Indonesia? Ya memungkinkan, sekarang dalam bentuk sederhananya saja saya pernah melihat mobile app atau web app sudah melakukan hal yang sama," katanya kepada Merdeka.com, Rabu (16/10).

Enda pun mengakui bahwa deepfake ini cukup membahayakan dibandingkan dengan metode teks. Namun, ia tetap mempercayai bahwa lambat laun masyarakat di Indonesia akan mengetahui mana video benar ataupun tipuan.

"Sekali dua kali, tapi kalau masyarakat sudah sadar bahwa video pun bisa dipalsu maka langsung tidak mempan," terangnya.

Maka dari itu, Enda mengingatkan bahwa dengan banjirnya informasi seperti saat ini, masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang kurang meyakinkan.

"Sama seperti informasi lainnya, jangan mudah percaya, apalagi informasi yang terlalu sensasional, cek dan ricek lagi, lihat sumbernya, kalau perlu verifikasi ke orang yang terlibat langsung," ungkapnya.

Artikel Asli