Pengakuan Ibu di Malang yang Sekap 4 Putrinya Selama 20 Tahun di Rumah

kumparan Dipublikasikan 07.40, 04/01 • TUGU MALANG
MEMILIH DIAM: Artimunah, ibu di Malang yang diduga melakukan penyekapan terhadap 4 orang putrinya selama 20 tahun ketika ditemui di rumahnya Sabtu (4/1/2020). (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

TUGUMALANG.ID – Artimunah (61), ibu di Malang yang diduga tega melakukan penyekapan terhadap empat putrinya selama 20 tahun mengaku tidak pernah merasa menyekap anak-anaknya. Menurutnya, ia masih sering mengajak mereka untuk keluar rumah meski tidak bersama-sama.

“Anaknya memang tidak pandai bersosialisasi,” kelakar Artimunah ketika ditemui tugumalang.id di kediamannya di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu siang (4/1/2020).

Ketika dijumpai tugumalang.id dengan didampingi oleh pihak RT tersebut, Artimunah masih tampak syok dan lebih banyak memilih untuk diam dan menjawab pertanyaan dengan anggukan atau gelengan kepala.

Untuk diketahui, sebelumnya Artimunah diberitakan telah menyekap empat orang putrinya dalam kamar rumah selama 20 tahun. Empat orang putri tersebut antara lain adalah Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39), dan Anis Mufidah (35).

Ketika disinggung apakah putrinya memang sudah lama tidak pernah keluar rumah, dirinya hanya pasrah menganggukkan kepala.

Bahkan, Artimunah juga sudah lupa kapan terakhir mengajak putri-putrinya tersebut keluar rumah. “Sudah lalu (lama keluar rumah),” jawabnya singkat.

Ketika ditanya kenapa putri-putrinya tersebut tidak pernah keluar rumah, dirinya hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan.

Ketua RT 04 RW 02 Desa Banjarejo, Pakis, Malang, Nur Rohmat ketika mendampingi Artimunah Sabtu (4/1/2020). (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

Sementara itu, Ketua RT 04, RW 02, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Nur Rohmat juga menyatakan bahwa sebenarnya warganya yang bernama Artimunah tersebut tidak pernah melakukan penyekapan.

Ga ada masalah. Ga ada penyekapan. Cuman anaknya itu memang tidak keluar. Aktivitas di luar memang tidak, tetapi kalu aktivitas di dalam rumah ya seperti biasa,” terang Rohmat.

Tak hanya itu, Rohmat juga mengatakan jika Artimunah setiap harinya juga berkegiatan seperti warga-warga lain pada umumnya. Hanya saja, ia tidak mengetahui penyebab anak-anak Artimunah tidak pernah keluar rumah.

“Ketika ditanya kan jawabnya cuma kerja, jadi saya ya tidak tanya lagi,” jelas pria yang sudah menjabat ketua RT selama 10 tahun ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan saat ini masih fokus untuk pemulihan anak-anak Artimunah.

“Untuk saat ini kita fokus untuk pemulihan anak kedua dan keempat,” jelasnya singkat.

Reporter: Rizal Adhi Pratama

Artikel Asli