Pengakuan Siswi SMP yang Injak Rapor di TikTok: Menyesal dan Malu, Mau Minta Maaf Sama Guru

Kompas.com Dipublikasikan 09.02, 23/12/2020 • Candra Setia Budi
istimewa
Salah satu adegan dalam video tik tok yang dipermasalahkan sekolah SMPN 1 Suela, Lombok Timur, beredar di media sosial. Sekolah mengeluarkan 5 siswa yang muncul dalam video tik tok tersebut.

KOMPAS.com - Siswi SMPN 1 Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang nekat menginjak rapor mereka dan mengunggahnya ke Tiktok hingga viral di media sosial mengaku menyesal. Karena ulahnya, mereka terpaksa dikeluarkan dari sekolahnya.

Namun, keputusan itu dibatalkan setelah pihak sekolah diminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur untuk membina mereka. BB, Satu dari lima siswi yang menginjak rapor mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukannya.

"Iya saya menyesal dan malu. Saya salah. Mau minta maaf sama Pak Guru, Ibu Guru," kata BB saat ditemui Kompas.com di rumahnya, di Desa Ketangga, Kecamatan Suela.

Hal senada dikatakan MR, teman BB yang juga mengaku menyesal atas perbuatannya. Bahkan, ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kata MR, saat membuat TikTok ada temannya yang videokannya. Saat itu, ia sempat meminta kepada temannya untuk tidak di-uploaddi media sosial, tapi mereka tetap meng-upload-nya.

"Setelah viral saya sadar saya salah dan ingat Bapak Ibu Guru," kata Mr menunduk dengan mata berkaca.

MR yang semula murung dan tak mau makan, akhirnya kembali ceria setelah dizinkan bisa kembali bersekolah.

"Menyesal saya, saya enggak mau ulang lagi, saya waktu itu bilang jangan di-upload, sejak itu saya sudah menyesal" kata Mr sambil terus mengucap syukur.

Batal dikeluarkan

Kepala SMPN 1 Suela, Kasri mengatakan, pihaknya membatalkan untuk mengeluarkan lima siswi yang membuat video TikTok menginjak rapor.

Keputusan itu diambil setelah pihaknya dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.

"Kami sempat dipanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bupati melalui Kabid urusan pendidikan SMP meminta kami menerima kembali lima siswa untuk dibina di sekolah ini, jadi begitu," kata Kasri saat ditemui di lobi sekolah, Selasa (22/12/2020).

Usai pertemuan itu, pihaknya kemudian melakukan rapat dengan guru di sekolah.

Dalam rapat, Kasri memberitahu para guru pemecatan lima siswi itu dibatalkan, sesuai keinginan Bupati Lombok Timur, dan seluruh guru pun sepakat.

"Kami menerima mereka kembali, membina mereka agar menjadi anak yang lebih baik," katanya.

(Penulis : Kontributor Kompas TV Mataram, Fitri Rachmawati | Editor: Farid Assifa, Dheri Agriesta)

Editor: Candra Setia Budi

Artikel Asli