Penerbangan di Samarinda Mulai Normal Meski Masih Diselimuti Kabut Asap

Merdeka.com Dipublikasikan 12.06, 19/09/2019
Pesawat Citilink di Bandara APT Pranoto. ©2019 Merdeka.com/Istimewa
Bandara APT Pranoto, sebelumnya 3 hari tanpa ada penerbangan satupun, akibat kepungan kabut asap yang menurunkan visibility. Jarak pandang bergerak fluktuatif naik dan turun.

Kota Samarinda di Kalimantan Timur hingga saat ini masih berselimut kabut asap Karhutla. Kendati demikian, kegiatan penerbangan menuju dan dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto mulai normal, setelah jarak pandang (visibility) berada di batas minimum 5.000 meter.

Bandara APT Pranoto, sebelumnya 3 hari tanpa ada penerbangan satupun, akibat kepungan kabut asap yang menurunkan visibility. Jarak pandang bergerak fluktuatif naik dan turun.

Pesawat Citilink PK-GQI bernomor penerbangan QG422 dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta (CGK), sore ini mendarat di Samarinda, sekira pukul 15.52 Wita, membawa 147 penumpang.

"Tiba di Samarinda sore ini dengan jumlah penumpang 140 dewasa, 3 anak dan 4 bayi," Kasi Pelayanan dan Operasi UPBU Bandara APT Pranoto Samarinda Rora Ardian, Kamis (19/9).

Rora menerangkan, visibility di runway Bandara APT Pranoto memang belum benar-benar normal. Hari ini, dari pagi tadi, visibility sempat menyentuh hanya 700 meter. "Sampai sore sekitar pukul 15.30 Wita, berada di 5.000 meter," ujar Rora.

Setelah itu, Citilink kembali terbang kembali ke Cengkareng. Diharapkan, visibility terus membaik, sehingga runway benar-benar aman untuk operasional penerbangan.

"Semoga bisa terus membaik, sehingga penerbangan kembali normal," ungkap Rora.

Diketahui, 3 hari hingga kemarin, tidak ada penerbangan menuju dan dari Bandara APT Pranoto. Bahkan, Lion Air mengalihkan 23 penerbangan di Samarinda, ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

Artikel Asli