Penemuan Terbaru, Ular Purba Pernah Memiliki Kaki Belakang

Kompas.com Dipublikasikan 11.04, 22/11/2019 • Sri Anindiati Nursastri
RAL ORENCIO GOMEZ
Najash rionegrina.

KOMPAS.com – Evolusi ular kerap membingungkan para peneliti, karena mereka tahu bahwa vertebrata satu ini cepat beradaptasi dengan lingkungan seiring berjalannya waktu.

Diketahui ular pertama hadir di Bumi pada masa Middle Jurassic Period, yang terjadi antara 163-174 juta tahun yang lalu.

Seiring berjalannya waktu, teori membuktikan bahwa organ-organ tubuh yang dimiliki ular pada masa itu hanya merupakan upaya transisi hingga akhirnya menjadi bentuk sekarang.

Namun baru-baru ini, ditemukan sebuah fosil tepatnya tengkorak ular yang membuktikan bahwa hewan melata tersebut pernah punya dua kaki.

Baca juga: Video Tunjukkan Ular Memangsa Ular Lain, Lalu Keduanya Disengat Tawon

Mengutip CNN, Jumat (22/11/2019), jenis ular yang memiliki kaki belakang tersebut bernama Najash rionegrina. Para peneliti menemukan delapan jenis tengkorak, satu di antaranya bahkan masih utuh, di Argentina. Lokasi tepatnya adalah La Buitrera Palaeontological Area di utara Patagonia.

Secara fisik, Najash memiliki bentuk badan yang sangat mirip dengan kadal. Najash memiliki tulang pipi dan persendian antar rahang. Tulang pipi, yang juga disebut sebagai jugal bone, menjadi ciri-ciri fisik ular purba pada 100 juta tahun lalu. Namun tulang tersebut tidak ditemukan pada ular di masa sekarang.

“Penemuan kami menekankan bahwa nenek moyang ular memiliki tubuh yang besar dan mulut yang besar,” tutur Fernando Garberoglio selaku kepala peneliti dari Fundacion Azara di Universidad Maimondes, Buenos Aires, Argentina.

Baca juga: Ular di Perumahan BSD, Apa yang Harus Dilakukan Jika Bertemu Reptil?

Selama 70 juta tahun, Najash hidup menggunakan kaki belakangnya dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa kaki tersebut sebenarnya berguna pada ular, dan bukan hanya sebagai “organ transisi” sebelum ular beradaptasi menjadi bentuknya sekarang.

Para peneliti kemudian melakukan cek mikroskopis untuk mengecek ulang tengkorak Najash dalam 3D.

“Penelitian ini juga menekankan pentingnya jugal bone pada ular dan kadal. Penelitian ini sangat penting untuk memahami evolusi tengkorak dari ular purba dan ular pada masa sekarang,” tutur Michael Caldwell, seorang profesor dari University of Alberta.

Penulis: Sri Anindiati NursastriEditor: Sri Anindiati Nursastri

Artikel Asli