Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pendapatan premi asuransi jiwa turun 0,65% pada Januari 2020

Kontan.co.id Dipublikasikan 09.06, 26/03/2020 • Maizal Walfajri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis industri asuransi Jiwa di Indonesia tertekan pada awal tahun. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi jiwa pada Januari 2020 senilai Rp 15,25 triliun. Nilai itu turun tipis 0,65% yoy dari pendapatan premi di Januari 2019 senilai Rp 15,35 triliun.

“Pendapatan premi Januari 2020 turun dibandingkan dengan Januari 2019 disebabkan saat ini kami fokus ke penjualan produk reguler. Juga lebih selektif dalam menawarkan produk group atau Employee Benefit. Pendapatan premi Januari 2020 sebesar Rp 410 Miliar,” ujar Direktur BNI Life Neny Asriany kepada Kontan.co.id, Rabu (24/3).

Baca Juga: Allianz Life Indonesia sediakan fasilitas untuk cover nasabah yang terinfeksi corona

Melihat kondisi saat ini, Neny menyebut penyebaran Covid-19 akan mempengaruhi pendapatan premi BNI Life. Terutama untuk bisnis Bancassurance karena masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah termasuk ke bank. Selain itu, juga ada pengurangan jam operasional bank sejak virus mematikan itu semakin meluas.

“Upaya dari BNI Life agar premi tetap optimal yaitu dengan memperbaiki bisnis proses yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu lebih intensif memasarkan produk melalui channel yang tidak terdampak Covid-19 seperti channel telemarketing dan employee benefits,” jelas Neny.

Selain itu, BNI Life juga akan memaksimalkan pemasaran produk online melalui website dan partner yang dimiliki. Oleh sebab itu, sampai saat inim BNI Life masih terus berusaha agar target bisnis 2020 tercapai dengan melakukan beberapa perubahan langkah, sehubungan dengan adanya dampak dari corona virus dan kondisi pasar saat ini.

BNI Life Insurance menargetkan dapat menghimpun pendapatan premi senilai Rp 7,5 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 59% dari pencapaian premi tahun 2019 sebesar Rp 4,7 triliun.

Kinerja asuransi jiwa bisa semakin tertekan dengan adanya ancaman virus Corona 2019. Apalagi beberapa pelaku asuransi mulai membatasi kegiatan operasiona guna memutus penyebaran Covid-19.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai hal ini berpotensi pada penurunan pendapatan premi industri asuransi jiwa. Kendati demikian, AAJI yakin anggota sudah menyiapkan berbagai strategi dalam mempertahankan bisnis.

“Mereka pasti akan melakukan banyak inisiatif untuk menggenjot premi baru. Jangan lupa bahwa apapun situasinya, asuransi jiwa itu tetap dibutuhkan bagi masyarakat,” kata Togar kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: BNI Life masih andalkan kanal bancassurance

Salah satunya dengan maksimal layanan dan penjualan melalui kanal digital. Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses produk asuransi dan tidak perlu mendatangi perusahaan asuransi ketika wabah corona kian meluas.

Kendati demikian, Neny menyebut pemasaran produk secara digital hanya bisa dilakukan untuk produk sederhana seperti asuransi kecelakaan diri. Sedangkan produk lainnya harus melalui konsultasi (consultative selling) seperti unitlink agar tidak terjadi miss selling atau salah jual.

Ia pun memperkirakan akan terjadi potensi penurunan premi unitlink dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi tidak mudah mengubah pola penjualan produk yang harus melalui konsultasi lebih dulu.

“Tapi kami harus tetap memenuhi aturan regulator. Kami mengupayakan penjualan produk lainnya lewatchannel marketing,” tutupnya.

Artikel Asli