Pemerintah Usul Maskapai Jual Tiket Pesawat Murah di Jam Sepi Penumpang

Merdeka.com Dipublikasikan 11.31, 20/06/2019
Citilink. ©2018 Merdeka.com
Susiwijono mencontohkan jika dalam suatu rute terdapat 10 jadwal penerbangan yang dimiliki oleh maskapai, maka setidaknya terdapat 1-2 jadwal penerbangan berbiaya murah.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengusulkan agar maskapai penerbangan berbiaya murah atau LCC domestik dapat membuka penerbangan murah di jam-jam sepi. Penerbangan dengan tarif murah itu pun menurutnya bisa disediakan di luar jam-jam sibuk (prime time).

"Kita minta maskapai untuk buat satu penerbangan murah di jam-jam tertentu atau sepi, nanti minggu depan diajukan kepada Pak Menko (Darmin Nasution)," ujar Susiwijono di Kantornya, Jakarta, Kamis (20/6).

Susiwijono mencontohkan jika dalam suatu rute terdapat 10 jadwal penerbangan yang dimiliki oleh maskapai, maka setidaknya terdapat 1-2 jadwal penerbangan berbiaya murah.

"Jadi ambil satu jadwal penerbangan yang paling sepi jamnya. Nanti diberi penurunan harga yang cukup signifikan, kalau bisa di bawah 40 persen sampai 50 persen dari tarif batas atas silakan," jelasnya.

Menurut diaz penyediaan jadwal penerbangan yang murah ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebab, sulit untuk membuat tarif seluruh penerbangan kembali seperti dahulu.

Berkaca pada beberapa tahun lalu tarif penerbangan yang diberikan memang sangat murah. Sebab ada persaingan harga yang sangat ketat antar maskapai. Kondisi ini pun tak bisa terus berlanjut, lantaran keuangan maskapai dinilai terus tergerus sehingga menyebabkan tarif naik.

Oleh karena itu, apabila masyarakat ingin mendapatkan penerbangan dengan harga yang murah, maka disarankan untuk mengambil di jam-jam tertentu. "Kalau mau cari murah ya ambil itu, yang bukan waktu prime time, yaitu di jam-jam sepi. Yang penting masyarakat sudah tersedia penerbangan murah," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan bahwa penurunan harga tiket pesawat untuk penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) dengan rute domestik sepenuhnya berada di tangan pihak maskapai. Nantinya para maskapai akan menentukan sendiri jadwal-jadwal penerbangan mana saja yang akan diberlakukan.

"Jadwal itu akan dibuat akan disampaikan laporannya sama maskapai yang penerbangan. Setiap hari jam-jam segini misalnya. Dapat tarifnya adalah sekian persen," kata Menko Darmin.

Artikel Asli