Pemerintah Rotterdam Izinkan Pebisnis Gunakan Lahan Parkir untuk Memperluas Toko

Trending Now! Dipublikasikan 09.00, 30/05
Source: pxfuel
Source: pxfuel

Selama pandemi Covid-19 merebak, aktivitas bisnis di seluruh dunia berlangsung secara terbatas, bahkan tidak sedikit juga yang berhenti secara total. Kini menghadapi kehidupan normal baru, pemerintah di berbagai negara mulai mengembangkan rencana dan kebijakan agar bisnis dapat kembali berjalan, namun tetap mencegah munculnya klaster baru virus korona. 

Salah satu upaya new normal yang diambil oleh otoritas kota Rotterdam, Belanda, adalah untuk mengizinkan para pemilik toko untuk menggunakan lahan parkir mobil di depan gedung mereka sebagai bagian dari tempat bisnis mereka. Informasi ini disebar oleh akun @modacitylife di Twitter yang disambut positif hingga disukai oleh ribuan warganet.

This summer, Rotterdam will allow all businesses—from restaurants to hairdressers—to convert the parking spaces in front of their building into retail space. The owner may build their own deck, or borrow a free one from the municipality. No permit needed.https://t.co/eMh3gFpPBE pic.twitter.com/PvLIHxFfT6

— Modacity (@modacitylife) May 27, 2020

Kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah Rotterdam agar pertokoan memiliki ruang yang lebih luas bagi para pelanggannya. Nantinya, segala bentuk bisnis, mulai dari kafe, restoran, hingga salon, bisa menggunakan lahan parkir mobil sebagai lokasi bisnisnya.

Para pemilik toko juga diperbolehkan untuk membuat dek tersendiri sebagai landasan di lahan parkir yang digunakannya. Atau, mereka juga diberikan pilihan untuk menggunakan dek lantai terbuat dari kayu yang disediakan oleh otoritas setempat. Nantinya, ruang tambahan itu bisa digunakan sebagai ruang tunggu, tempat mengantre, atau tempat duduk menikmati hidangan di luar ruangan.

Semua itu dapat mereka lakukan tanpa perlu mengurus izin dan tidak dibungut biaya. Hanya saja, ada sejumlah persyaratan yang diatur oleh pemerintah untuk menjamin keamanan para pengunjung toko.

Pertama, dek lantai harus ditempatkan persis di depan toko dan berdekatan dengan trotoar, selain itu juga harus ada minimal jarak 20 sentimeter dari ujung dek lantai ke jalan raya disampingnya. 

Tidak sembarang lahan parkir yang dapat diubah menjadi ruang perluasan toko. Ruang parkir khusus kaum disabilitas serta tempat yang memiliki fasilitas pengisian mobil listrik dilarang dipakai pemilik usaha.

Selain untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi pertokoan, otoritas Rotterdam juga akan mengubah sejumlah lahan parkir mobil untuk dijadikan lajur khusus sepeda atau pejalan kaki.

Hal ini dilakukan agar para pesepeda dan pejalan kaki memiliki ruang yang lebih luas juga agar dapat menjaga jarak satu sama lain, terutama di perempatan ketika tengah menunggu lampu merah. Perlu diketahui bahwa Belanda merupakan salah satu negara yang ramah bagi pesepeda, bahkan terdapat lebih banyak sepeda dibandingkan penduduknya.

Source: wikipedia.org
Source: wikipedia.org

Sebelumnya, Selandia Baru juga telah melakukan tindakan yang serupa. Otoritas Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, telah membuat penyesuaian menghadapi gelombang kembali orang beraktivitas di luar rumah. Di pusat kota yang banyak perkantoran, lahan parkir di pinggir jalan ditiadakan agar area berjalan kaki lebih luas sehingga masyarakat dapat tetap melakukan physical distancing di perjalanan.

Mobil pribadi juga dilarang melintas di sejumlah ruas jalan di pusat kota demi meningkatkan keamanan para pejalan kaki yang menggunakan area di pinggir jalan sebagai trotoar. Halte bis umum juga diperluas dan ditempelkan petunjuk untuk memberikan jarak kepada setiap calon penumpang yang sedang mengantre. 

Tactical tape placement. Showing where to walk + where to wait to cross to Shortland st pic.twitter.com/3UaeHyEqJS

— Liz Allen (@place_creative_) April 27, 2020

Pemerintah kota San Francisco, California, AS, kini dikabarkan tengah merencanakan hal yang serupa seperti Rotterdam. Bedanya, para pelaku bisnis harus mengantongi izin terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan lahan parkir di depan tokonya. 

"Ini adalah solusi kreatif yang akan memberikan bisnis kami lebih banyak ruang untuk beroperasi dengan aman, dan menggeser beberapa ruang jalan dan trotoar kami untuk melindungi kesehatan ekonomi dan fisik seluruh komunitas kami,” ujar Wali Kota San Francisco, London Breed.

***

Apakah menurut kalian kebijakan ini juga perlu dilakukan di Indonesia? Yuk share di kolom komentar!

#COVID19Global