Pemerintah Masih Data Pekerja Gaji di Bawah Rp 5 Juta yang Dapat Insentif

Merdeka.com Dipublikasikan 11.30, 09/08

                Menaker Ida Fauziyah di Bandung. ©2020 Merdeka.com
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, aturan menteri untuk program insentif bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta masih belum rampung. Meski demikian, pendataan jumlah masih terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, aturan menteri untuk program insentif bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta masih belum rampung. Meski demikian, pendataan jumlah masih terus dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sejauh ini, nomor rekening yang sudah masuk dalam data paling tinggi berada di Jawa Tengah.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, ada 15,7 juta pekerja yang ikut BPJS akan mendapatkan insentif tersebut. Sejauh ini, sudah ada ratusan ribu nomor rekening yang masuk ke database Kemenaker. Dia pun mendorong agar perusahaan bisa ikut berperan mempercepat proses sosialisasi kepada karyawannya.

"Permenakernya sebagai payung hukum sedang disediakan. Data yang ada per tanggal 9 jam lima pagi, sudah ada data rekening masuk 208.783. Harusnya yang tertinggi Jawa Barat, ternyata Jawa Barat yang masuk 24.078 paling tinggi Jateng, DIY, DKI Jakarta ada 41.534 (data rekening)," ucap dia di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (9/8).

Program ini diklaim bisa menjadi salah satu cara untuk tetap menjaga laju perekonomian sekaligus menghindari resesi akibat pandemi Covid-19. Pemerintah pusat menganggarkan Rp 37 triliun untuk program ini.

Jumlah insentif kepada penerima sebesar Rp 600.000 selama 4 bulan dikirim langsung ke rekening masing-masing dari bank pemerintah. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengenai mekanisme penyalurannya.

"Saya itu akan meminta Menkeu untuk menyerahkan uangnya (ke rekening pekerja). Secara administrasi ke Kemenaker, tapi uang akan masuk ke rekening pekerja," pungkasnya.

Artikel Asli