Pemerintah Akui Butuh Waktu Lama Untuk Ciptakan Robot Cerdas

Merdeka.com Dipublikasikan 07.13, 17/09/2019
Robot Humanoid. ©istimewa
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui, Indonesia belum sepenuhnya siap untuk menciptakan teknologi cerdas seperti robot. Sebab, sistem teknologi yang di bangun di Indonesia sendiri masih belum cukup memadai.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengakui, Indonesia belum sepenuhnya siap untuk menciptakan teknologi cerdas seperti robot. Sebab, sistem teknologi yang di bangun di Indonesia sendiri masih belum cukup memadai.

"Tapi dalam bentuk robotnya barangkali tidak akan bisa cepat ya apalagi di indonesia," kata Rudiantara saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/9).

Kendati begitu, untuk masuk ke sistem penggunaan Artifical Intelligence (AI) atau sistem yang digunakan robot pemerintah mengaku siap. Dia pun mendorong para perusahaan startup untuk masuk ke sistem tersebut.

"Pemerintah mendorongnya adalah dengan startup memanfaatkan teknologi salah satunya teknologi AI. Jadi pola pikirnya bukan dari teknologinya tetapi dari orang-orang Indonesianya," kata dia.

Rudiantara menyebut di tengah pekembangan teknologi saat ini Indonesia sebetulnya memiliki peluang dengan dibantu oleh 80 juta generasi milenial. Para milenial ini lah yang nantinya juga akan didorong untuk masuk ke dalam perubahan atau teknologi baru.

"Ini anak-anak muda kita sebetulnya yang kita dorong menyiapkan diri kita, menyiapkan Indonesia, untuk masuki suatu yang baru. Kenapa? karena dengan teknologi dengan merubah mendset kita mencari cara baru, memanfatkan teknologi dapat memberi nilai tambah," kata dia.

Sepeti diketahui, Robot tercerdas di dunia, Sophia tiba di Jakarta untuk berinteraksi dalam dialog internasional CSIS tahun ini yang bertema teknologi dan dampaknya ke masyarakat. Para pejabat pun berkesempatan menguji kecerdasar robot tersebut dengan melakukan dialog.

Artikel Asli