Pembunuh Tukang Pijat di Gresik Sempat Jadi Buruh Bangunan di Berau

Kompas.com Dipublikasikan 09.20, 09/12/2019 • Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH
Pelaku pembunuhan terhadap Kasniti (tengah), saat dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Gresik, Minggu (8/12/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Fakta baru terus terungkap seiring ditangkapnya Untung (53), kelahiran Jombang, Jawa Timur, pelaku pembunuhan terhadap Kasniti (49), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik kota, Gresik, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat.

Korban Kasniti sebelumnya merupakan mayat perempuan tanpa identitas, yang ditemukan telah membusuk di salah satu kamar kos milik Muhadi, di Gang 16, RT 005 /RW 003, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik, Minggu (1/12/2019) lalu.

Untung berhasil diamankan pihak kepolisian di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada 3 Desember 2019.

Baca juga: Pembunuhan Tukang Pijat di Gresik, Pelaku Jual Ponsel Korban untuk Modal Kabur

Sebab, usai melakukan pembunuhan, Untung meninggalkan Gresik dan sempat menjemput keluarganya di Serang, Banten, untuk kemudian diajak sama-sama bermukim di Berau.

"Ketika di Berau, dia (Untung) bekerja sebagai kuli bangunan," ujar Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, Minggu (8/12/2019).

Bahkan sebelum tinggal di Berau, saat masih berada di Serang, Untung sempat meminta tolong kepada istrinya untuk menjual ponsel milik korban yang diambil, sebagai tambahan untuk biaya transportasi menuju Berau.

Menurut penyelidikan dan hasil otopsi yang didapat pihak kepolisian dari rumah sakit, kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada tanggal 3 Juni 2019 dan baru ditemukan pada 1 Desember 2019. Pemilik kos memeriksa kamar tersebut karena akan disewa oleh orang lain.

"Jadi karena pintu tertutup rapat, sehingga udara tidak keluar. Baru diketahui, dibuka saat pemilik kos masuk kamar dan muncul bau tidak sedap," jelasnya.

Baca juga: Tukang Pijat Tewas Dibunuh di Kamar Kos di Gresik, Begini Kronologinya

Pihak kepolisian juga menolak adanya bahan pengawet atau formalin, lantaran mereka memang tidak menemukan adanya obat pengawet di sekitar lokasi kejadian.

Begitu juga hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan obat pengawet di tubuh korban.

Kusworo juga mengatakan, jika kejadian tersebut spontan dilakukan.

Hal itu juga sudah diakui oleh pelaku dalam pemeriksaan yang langsung membunuh korban tanpa merencanakan terlebih dahulu.

"Tidak ada indikasi perencanaan. Datangnya korban ke tempat tersangka, juga atas inisiatif korban yang datang sendiri dalam rangka minta sejumlah dana," kata dia.

"Seketika dengan menggunakan alat yang tersedia," terang Kusworo.

Adapun indikasi pembunuhan, dilakukan oleh pelaku dengan menggunakan bantal.

Untung membekap wajah korban dengan bantal selama kurang lebih 5 menit, yang membuat Kasniti kemudian tidak dapat bernafas dan akhirnya meninggal dunia.

Penulis: Kontributor Gresik, Hamzah ArfahEditor: Khairina

Artikel Asli