Pembeli Asal Indonesia Mampu Beli Brompton Mahal, Penjual Internasional: "Sangat Gila!"

Trending Now! Dipublikasikan 06.00, 28/07
Wikipedia
Wikipedia

Tren bersepeda semakin digemari di tengah pandemi ini. Melejitnya tren tersebut membuat harga sepeda di pasaran melambung tinggi. Terlebih lagi, penggemar berat di Indonesia juga tak ragu merogoh kocek yang cukup dalam demi memenuhi hasrat bersepedanya. Salah satunya adalah seperti yang dilansir dari cuitan akun @kismin666oys. 

orang bilang tanah kita tanah surga
tongkat kayu dan batu jadi
sepeda lipat tiga pic.twitter.com/VtYLrm26p4

— Kismin Boys (@kismin666oys) July 26, 2020

Dalam cuitannya terungkap bahwa sepeda lipat merek Brompton laku keras diborong oleh pembeli asal Indonesia. Hal tersebut menyebabkan tutupnya pemesanan sepeda Brompton secara online di Jerman. Seorang penjual sepeda Brompton di forum internasional pun ikut heran dengan apa yang sedang terjadi di Indonesia. Ia menceritakan bahwa kebanyakan pembeli asal Indonesia berusaha membeli sepeda Brompton dari berbagai negara dengan harga yang cukup tinggi.

Ia juga menambahkan pengalaman saat dirinya menjual sepeda jenis Brompton Explore. Seorang pembeli dari Indonesia tidak segan menawar di harga USD 4.000 atau setara dengan Rp 58,2 juta. Tentu tanpa pikir panjang ia melepas sepedanya tersebut. Rekannya pun berhasil menjual sepeda jenis CHPT3 seharga USD 6.000 atau sekitar Rp 87,2 juta. "Saya sendiri tidak memiliki masalah akan hal itu. Tapi, uang bukanlah masalah (bagi pembeli). Sangat gila!" tulisnya. 

Warganet turut berbagi pandangan mengenai para pembeli sepeda dengan harga fantastis ini.

Tren Bersepeda Membuat Harga Sepeda Meroket

Tren bersepeda di kalangan masyarakat ternyata berdampak pada melambungnya harga jual sepeda di pasaran. Harga sepeda yang awalnya berada di kisaran 1,2 juta kini meroket di angka 3 jutaan. Apalagi untuk merek wimcycle, polygon, united, dll.

Kembalinya tren bersepeda membuat bisnis penjualan sepeda melonjak tajam. Diharapkan munculnya tren bersepeda dapat berdampak positif terhadap pemulihan perekonomian akibat dampak dari pandemi Covid-19. Selengkapnya dapat dibaca DI SINI.