Pelukan Terakhir Mahasiswi Cum Laude IPK 3,9 Itu untuk Sang Ibu...

Kompas.com Dipublikasikan 04.32, 14/08/2020 • Khairina
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Suasana Bochari dan keluarga menghadiri wisuda Musdalifa yang meninggal dunia di UIN Makassar

KOMPAS.com - Andi Musdalifa Arif (21) warga Desa Balong, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan meninggal dunia pada 24 Mei 2020 usai menjenguk temannya di puskesmas.

Musdalifa semestinya menjalani wisuda, hasil perjuangan 3 tahun 6 bulan di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin, Makassar, UIN Makassar.

Gadis itu terpilih menjadi lulusan cum laude dengan IPK 3,90.

Menurut Muh Arif Bochari (52, sang ayah, pada tanggal 24 Mei 2020, sang anak pergi membesuk temannya di puskesmas lalu pergi berziarah ke rumah nenek di Kecamatan Bontobahari Bulukumba.

Baca juga: Tak Mampu Tahan Air Mata, Ayah Gantikan Wisuda Putrinya yang Meninggal Kecelakaan

Sebelum meninggalkan rumah, Bochari melihat Musdalifa memeluk erat ibunya, Asniar. Memang hari itu Musdalifa terlihat sangat cantik sehingga tak henti-hentinya Asniar memberikan pujian.

"Usai memeluk ibunya dan bersalaman dengan keluarga. Musdalifa pamit," kata Bochari kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2020).

Ketika itu, Musdalifa dibonceng temannya bernama Ana. Mereka pergi untuk menjenguk temannya di puskesmas. Setelah dari sana lalu menuju ke rumah nenek. Namun, di perjalanan ke rumah nenek. Ana menghindari jalanan rusak di Desa Garangta, Kecamatan Ujungloe Bulukumba. Tiba-tiba Musdalifa jatuh sendiri.

"Saat itu mendengar kabar buruk kalau anak jatuh, saya ke lokasi bersama keluarga," tuturnya.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun, Sebuah Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, 7 Orang Meninggal

Musdalifa sempat dilarikan ke RSUD Bulukumba. Darah terus mengalir keluar dari mulutnya. Beberapa saat kemudian Musdalifa mengembuskan napas terakhir.

Bochari pun menggantikan putrinya mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung di UIN Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/8/2020).

Dia didampingi istri Andi Asniar serta kedua anaknya Andi Tenri Wuleng (19) dan Andi Miftahum Amaliah Arif (16).

Bochari menggantikan putri pertamanya itu mengambil ijazah 

Saat menaiki panggung, air mata Bochari semakin deras mengalir. Bagaimana tidak, seluruh mahasiwa lain, kawan dari putrinya itu mengikuti wisuda lengkap didampingi orangtua mereka masing-masing.

"Saya sangat sakit hati kehilangan putri tersayang. Namun rasa sedih ini bercampur bangga dan terharu atas prestasi yang diraih. Musdalifa terpilih menjadi lulusan cum laude. Dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90," ujar Bochari.

Bochari mengaku tak menyangka atas prestasi sang anak yang dikenal pendiam ini, semasa hidupnya.

Sebelum wisuda, Musdalifa berencana ke Kediri kursus Bahasa Inggris dan setelah dari Kediri melanjutkan studinya ke jenjang S2.

Semasa hidupnya ia bercita-cita menjadi dosen Perpustakaan di UIN Makassar

Kini, Bochari hanya bisa mengenang anak yang diakui tegas itu. Bochari juga menuturkan bahwa demi biaya kuliah Musdalifa. Ia rela menggadaikan kebunnya.

"Saya ini hanya petani kebun yang tidak luas itu digadaikan untuk biaya Musdalifa dan keenam adik-adiknya, serta untuk kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Diketahui, Musdalifa lahir di Bulukumba 27 Mei 1999 dan meninggal dunia pada 24 Mei 2020. 

(Penulis : Kontributor Bulukumba, Nurwahidah)

Editor: Khairina

Artikel Asli