Pelanggan Ini Protes Makan 2 Ekor Ayam Habis Rp800 Ribu

Keepo.me Diupdate 09.09, 16/01 • Dipublikasikan 05.15, 16/01 • Dea Dezellynda

Pemilik warung merasa harga yang dipatok sangat wajar

Viral seorang pelanggan rumah makan kaget saat ditagih bayaran fantastis. Kali ini terjadi di sebuah rumah makan di Sidikalang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang pelanggan terlihat marah-marah saat ditagih Rp800 ribu untuk membayar 2 ekor ayam.

Tentunya harga itu tergolong mahal untuk rumah makan pinggir jalan. Namun saat ditegur oleh pelanggan, pemilik rumah makan justru marah-marah dan menjelaskan harga tersebut sudah sangat wajar.

1.Bayar Rp800 ribu untuk 2 ekor ayam

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan seorang pelanggan wanita tampak kesal dan mengajukan protesnya kepada pemilik rumah makan.

Hal ini dikarenakan ia ditagih Rp800 ribu untuk 2 ekor ayam. Peristiwa itu diketahui terjadi di sebuah rumah makan di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Dengan nada tinggi, pelanggan itu protes kepada pemilik rumah makan. Ia kaget tak seharusnya membayar Rp800 ribu untuk 2 ekor ayam. Pelanggan itu tak hanya seorang diri. Ia datang rombongan termasuk orang yang merekam video tersebut.

“Ayam segitu. Yang bener aja. Bukan makan emas! Jangan peras orang. Siap-siap aja kak diperas. Nggak logika,” teriak wanita itu.

2.Pemilik warung justru marah

www.radarmedan.com
www.radarmedan.com

Belum puas melampiaskan kekesalannya di luar rumah makan, pelanggan lalu kembali masuk ke rumah makan dan mendatangi pemilik yang saat itu sedang memasak. Terjadilah perdebatan di antara keduanya. Pemilik warung ngotot jika harga yang dipatok itu sudah sangat wajar.

“Ya, udah kalau mau nggak makan nggak usah,” ketus pemilik warung.

Saat pelanggan membandingkan harga dengan rumah makan lainnya, pemilik itu justru mengatakan jika ayamnya berbeda dan meminta pelanggan untuk makan di tempat lain apabila tak terima.

“Pigi sana. Beda porsi. Beda ayamnya. Siapa suruh makan?” imbuhnya.

Berkali-kali pelanggan mengatakan jika harga tersebut tidak masuk akal. Namun tetap saja pemilik warung menegaskan jika olahan ayamnya berbeda. Keduanya terus berdebat hingga akhirnya pelanggan memperingatkan pelanggan lain yang sedang makan di rumah makan itu untuk berhati-hati.

“Hati-hati makan di sini!” ujar perekam video.

3.Klarifikasi anak pemilik rumah makan

www.instagram.com
www.instagram.com

Mendengar video tersebut viral, anak pengusaha Rumah Makan Malau akhirnya memberi klarifikasi karena hal ini sudah menjatuhkan usaha yang dirintis sang ibu sejak 25 tahun. Dalam akun Facebook ‘Danau Toba Center’, anak pemilik rumah makan itu menjelaskan jika harga yang dipatok sebesar Rp800 ribu itu sangatlah wajar.

Dalam penjelasannya, harga ayam kampung naik saat tahun baru tentu saja mau tak mau pemilik rumah makan harus menaikan harga agar tak rugi. Satu ekor ayam dihargai Rp120 ribu di pasaran. Sementara satu ekor ayam itu berisi 14 bagian mulai dari paha, dada, kepala dan bagian lainnya.

Di akhir penjelasannya, anak pemilik rumah makan menyesalkan videonya kini viral dan bisa menjatuhkan bisnis sang ibu. Ia berharap kepada masyarakat apabila ingin mengkritik tidak perlu dengan menjatuhkan.

“MENGKRITIK TIDAK HARUS MENJATUHKAN,” tulis anak pemilik rumah makan.

Banyak netizen yang mengkritik pembelaan anak pemilik rumah makan. Tetap saja harga tersebut tidak masuk akal. Bahkan banyak netizen yang pernah membeli di warung tersebut mengaku pernah ditagih harga yang tak masuk akal juga.

Artikel Asli