Pelaku Teror Pelemparan Sperma Tak Sadar Tingkahnya Membahayakan Dirinya, Bisa Bikin Impoten

Tribunnews.com Dipublikasikan 06.57, 18/11/2019
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari ini kasus pelecehan seksual berupa pelemparan sperma pada wanita di Tasikmalaya buat masyarakat resah.

Sebab tak hanya satu wanita yang jadi korban pelecehan seksual ini tapi sudah belasan.

Salah satu pengakuan korban, LR (43) membagikan pengalaman tidak mengenakkan itu di media sosial dan viral.

Menurutnya ia mengalami pelecehan tersebut saat tengah menunggu ojek online di pinggir jalan.

Tak berselang lama LR dihampiri oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor matik berwarna hitam yang tiba-tiba mengeluarkan kata tak senonoh sambil memasukkan tangannya ke dalam celana tepat di bagian alat vitalnya.

Tak disangka setelahnya, ia justru dengan sengaja melempar sperma ke arah LR.

"Ternyata dia nyipratin sperma, untung saja enggak kena ke saya,” kata LR.

TERBARU Pelaku Teror Sperma di Tasikmalaya Belum Tertangkap, Suami Korban Bantu Sebarkan Foto Pelaku (Facebook Izal Firmansyah Batalipu Skm)

“Saya langsung kaget dan menelepon suami saya supaya cepat-cepat menjemput ke lokasi," tambahnya, Sabtu (16/11/2019).

Setelah pengakuan LR viral, ternyata hal yang sama juga dialami juga oleh ND (26), warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Saat itu ia mengaku tengah melintas di sekitar Jalan Penyerutan Kota Tasikmalaya.

Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas pria yang tak dikenalnya itu melemparinya dengan cairan sperma ke arahnya.

"Saya lari ke tempat ramai di perempatan Jalan HZ Mustofa.

Pelaku seketika menyipratkan sperma ke arah muka saya, dan langsung kabur. Padahal di sana banyak orang," ujarnya.

Sayangnya hingga kini pelaku masih belum tertangkap, kasus ini sendiri masih ditangani oleh pihak Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Melihat kasus tersebut tentunya tidak bisa dibiarkan, sebab selain merugikan korbannya yang bisa memengaruhi kesehatan mentalnya seperti trauma.

Pelaku juga harus disadarkan akan bahaya dari perbuatan tidak terpujinya itu.

Sebab seperti dilansir dari eberita.org, terlalu sering mengeluarkan sperma bisa berdampak buruk pada kesehatannya, diantaranya sebagai berikut.

Impotensi. (Istimewa)

1.Impotensi

Impotensi merupakan gangguan yang sangat berbahaya apabila terlalu sering melakukan masturbasi.

Gangguan pada saraf parasimpatik bisa sangat mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual.

Akibat dari hal tersebut adalah melemahnya kemampuan ereksi, bahkan jika terlalu parah bisa mengakibatkan terjadinya serangan impotensi.

2.Kebocoran katup air mani

Kerusakan saraf selain mempengaruhi kualitas ereksi ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada katup saluran keluar masuknya air mani.

Kerusakan pada katup tersebut akan menyebabkan mani kadang keluar walaupun penis tidak dalam keadaan ereksi.

3.Kebotakan

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan mengakibatkan gangguan hormon yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut.

Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut maka akan mengakibatkan kebotakan.

4.Nyeri punggung dan selangkangan

Kontraksi otot pada saat mengalami orgasme bisa menyebabkan nyeri otot, terutama di area punggung dan selangkangan.

5.Rasa letih sepanjang hari

Jika seorang pria mengalami orgasme maka semua otot dalam tubuhnya akan mengalami kontraksi sehingga akan mengakibatkan terkurasnya sebagian besar stamina pria tersebut.

Jika orgasme dialami secara berulang maka kemungkinan besar pria tersebut akan mengalami kelelahan sepanjang hari serta mengantuk yang hampir tak terkira.

Demikian pula jika terlalu banyak melakukan masturbasi maka pria akan memaksa dirinya untuk terus melakukan kontraksi pada otot-otot di seluruh tubuhnya.

6.Ejakulasi dini

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan menderita ejakulasi dini karena otot sudah dilatih untuk menerima rangsangan yang sangat minim dengan respons yang maksimal.

Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri.

Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

7.Rasa bersalah

Masturbasi yang dilakukan akan berdampak negatif pada kondisi psikologis, hal tersebut terjadi karena terjadi benturan antara kesenangan serta norma moral dan agama.

Maka timbullah rasa bersalah yang sangat setelah melakukan masturbasi. Apalagi bila hal tersebut terlalu sering dilakukan.

8. Masturbasi kronis

Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter.

Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT.

Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

Artikel Asli