Pelaku Penganiayaan Athalla Naufal Gunakan Angkot untuk Modus Begal

kumparan Dipublikasikan 02.01, 24/10/2019 • Alfadillah
Anak Venna Melinda, Athalla Naufal, saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat, (11/10). Foto: Dok. Ronny

Putra Venna Melinda, Athalla Naufal, belum lama ini mengalami hal tidak menyenangkan. Ia dikeroyok beberapa pemuda yang diduga sopir angkot di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10) pukul 03.00 WIB.

Kejadian itu bermula ketika dirinya hendak pulang ke rumah dengan mengendarai mobil seorang diri. Athalla yang baru saja pulang dari rumah temannya itu, terpaksa pulang lantaran pagi harinya ada pekerjaan.

Kemarin, Selasa (22/10) Polisi baru saja menangkap lima pelaku pengeroyokan yang dilakukan kepada Athalla. Dari lima orang itu, dua orang adalah perempuan.

Athalla Naufal Foto: instagram/@athallanaufal7

Kuasa hukum Athalla, Andana Marpaung, mengatakan bahwa kelima pelaku tersebut bukanlah seorang sopir angkot di wilayah tersebut. Mereka diduga menggunakan mobil angkot sebagai modus untuk melakukan begal terhadap Athalla.

“Kamuflase (sopir angkot). Saya dapat informasi hanyalah kamuflase. Mereka berkelompok. Makanya sekali dapatnya kan di rumah,” ujar Andana Marpaung saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/10).

“Jadi mungkin Athala ini random ya. Mungkin dilihat dia malam-malam, dini hari keluar nyetir mobil sendirian. Ini modus-modus begal,” sambung Andana.

Venna Melinda (kanan) dan Athalla Naufal (tengah) bersama Pengacara Andana Marpaung saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (23/10/2019). Foto: Alfadillah/kumparan

Andana mengungkapkan bahwa lokasi tempat kejadian pengeroyokan Athalla merupakan tempat yang rawan terjadi pembegalan.

Athalla yang telah menjadi incaran para pelaku sudah diikuti dari jalan Cilandak KKO, Jakarta Selatan hingga Ragunan.

“Itu daerah Ragunan, sepi, pas mau Azan subuh dan dia nyetir sendirian. Itu kelihatan banget kalau dari depan ini anak sendirian. Itu udah jadi incaran begal. Pembelajaran buat Athala,” tutur Andana.

Selain itu, Andana mengatakan bahwa para pelaku penganiayaan itu terbukti tidak menggunakan senjata tajam.

Dalam penangkapan tersebut, kepolisian menyita barang bukti berupa Jaket dan pelat mobil angkot yang digunakan para pelaku penganiayaan.

Artikel Asli