Pelaku Pencekok Kucing dengan Ciui Bikin Klarifikasi, Begini Tanggapan Pendiri Animal Defenders Indonesia

hai-online.com Dipublikasikan 05.20, 18/10/2019 • Bayu Galih Permana
Pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona

HAI-Online.com - Nggak lama setelah unggahannya di media sosial viral dan dibanjiri kecaman netizen, pelaku pencekok kucing dengan minuman keras hingga mati kejang-kejang baru-baru ini terlihat membuat video klarifikasi terkait aksinya.

Dalam video yang dibagikan melalui kanal YouTube Azzam Cancel pada Rabu (16/10) lalu, pelaku mengaku bahwa dirinya nggak memberikan ciu ke kucing dalam video, melainkan kelapa muda untuk menetralisir hewan tersebut dari keracunan.

"Kucing ini katanya keracunan habis makan tikus. Habis itu kita berinisiatif untuk mencari kelapa muda. Jadi aku itu pengen buat caption yang bertolak belakang dengan realitas untuk mengetes gimana respon netizen," ujar pelaku.

Menanggapi klarifikasi dari terduga pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa salah satu PTN di Kota Yogyakarta tersebut, pendiri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona memberikan analisa singkat.

Melalui postingan yang dibagikan lewat akun Instagram miliknya pada Kamis (17/10) kemarin, ada 10 poin yang disampaikan oleh Doni terkait klarifikasi dari terduga pelaku, di antaranya:

"1. Tidak ada tampak usaha benar2 menolong dalam video. Semua seadanya, dan tidak ada kepanikan. Sangat santai, tidak menunjukkan kedaruratan.
2. Kucing keracunan, ditolong sambil divideokan dan ditoyor-toyor saat sudah mati, sambil dikomentari. Jika ini kucing peliharaan, di mana owner saat ajal menjemput? Di mana kesedihan dan tangis owner yang umumnya mengiringi kematian peliharaan?
3. Kebiasaan peminum, menuang minuman 1/5 atau 1/6 gelas. Sedikit sekali. Seperti di gelas plastik itu. Adakah mengobati keracunan dengan siapkan air sedikit macam org minum minuman keras? Ini analisa perilaku peminum?
4. Kucing Anggora, tidak memiliki naluri sebaik kucing lokal dalam insting berburu dan memakan hewan kecil seperti tikus. 
5. Jika kucing dikatakan keracunan dan mati akibat makan tikus yang sudah diracun, level dosis fatal yang dimakan tikus, belum tentu menjadi dosis fatal pada kucing yang notabene badannya lebih besar. Perlu dosis berbeda, untuk mencapai dosis fatal.

6. Dikatakan bahwa kucing makan tikus yang sudah diracun. Sebegitu laparkah sang kucing ras yang enggan makan sembarangan hingga menyantap tikus? Badannya tidak menunjukkan kondisi dia super kelaparan.
7. Tindakan merekam dan mengunggah video dilengkapi dengan narasi provokatif, yang harus dipertanggungjawabkan. Motif akan terungkap setelah menjalani penyidikan/penyelidikan polisi nanti.
8. Terduga pelaku dipersilakan menjelaskan alibinya, yang nantinya alibinya akan kita bantah point per point. 
9. Kucing keracunan, salah satunya menunjukkan gejala-gejala seperti mulut berbusa, keluar darah dari mulut hidung telinga. Tidak ada tampak pada video tersebut. 
10. Rentetan analisa ini bukan sikap reaksioner, namun menanggapi upaya-upaya menghindari jerat hukum si terduga pelaku.

Kalau menurut kalian sendiri gimana sob? Minuman apa yang diberikan oleh mahasiswa tersebut, minuman keras atau kelapa muda? (*)

Artikel Asli