Pekerjaan Ini Bisa Hilang di Masa Depan Karena Artificial Intelligence

Infia Dipublikasikan 04.48, 17/09/2019 • Aji Wibowo
Pekerjaan Ini Bisa Hilang di Masa Depan Karena Artificial Intelligence
Komputer berkat AI atau Kecerdasan Buatan bisa menggantikan pekerjaan manusia. Apa saja yang terancam digantikan?

Perkembangan teknologi semakin bergerak cepat hari kian hari hingga kini melahirkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang membuat mesin bisa berpikir seperti manusia. Di masa depan, AI diperkirakan akan semakin hebat lagi hingga bisa menggantikan beberapa pekerjaan manusia.

Sistem otak pada komputer yang pada awalnya hanya sebatas CPU dengan tujuan awal untuk mempermudah pekerjaan manusia, semakin berkembang. Tujuan dibuatnya teknologi memang masih sama, yaitu untuk memudahkan manusia, dan sistem kerja otak komputer terus berkembang, seiring dengan kemampuan mereka mencerna algoritma.

Alan Turing, ahli matematika yang menemukan kerja komputer khusus yang membantu Inggris untuk mengalahkan Jerman pada Perang Dunia II, pernah mempertanyakan tentang kemampuan mesin untuk mengimitasi kecerdasan manusia yang ada dalam sebuah tulisannya berjudul Computing Machinery and Intelligence yang memformulasikan permainan imitasi antara juru introgasi, komputer dan manusia.

Kemudian sebuah penelitian dari Universitas Oxford yang dipublikasi pada tahun 2013 silam menyatakan bahwa 47 persen pekerjaan manusia pada saat ini berisiko untuk digantikan oleh mesin di masa depan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Pengacara

Pekerjaan pengacara

Sumber: mesothelioma.org

Menjadi pengacara adalah pekerjaan yang merupakan idaman bagi sejumlah orang, karena potensi karier yang menjanjikan dan penghasilan yang besar. Namun begitu, menyewa pengacara juga mahal dan percaya atau tidak, substansi dari tindakan yang mereka lakukan dalam pekerjaan dianggap terpola daripada beberapa profesi lainnya.

Selagi pekerjaan di bidang hukum lainnya masih memerlukan manusia, namun AI bisa membantu melakukan tugas hukum dari mulai proses pra-sidang yang menjadi saat para pengacara menentukan dokumen mana yang relevan dengan sebuah kasus, hingga membuat kontrak. Mereka bahkan bisa berdebat mulai dari karcis parkir hingga memproses kasus perceraian.

2. Jurnalis

Pekerjaan jurnalis

Sumber: mediabistro.com

Sebuah algoritma tidak akan pernah bisa menulis seperti ini? Pikirkan lagi. Entah menggunakan robot untuk laporan olahraga yang memang sudah terpola ataupun artikel berita lainnya hingga jurnalisme investigatif, ada kemungkinan yang cukup besar bahwa jurnalisme tidaklah aman dari ancaman kecerdasan buatan.

 

Jika AI sudah berhasil mencapai tahap kreativitas komputasional, maka pemilihan kata bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan oleh mereka. Hasilnya, para pekerja kata terbilang akan semakin terkikis, jika penulisan artikel semakin terpola, tanpa adanya nilai kreatif yang ditambahkan. Di masa depan, AI bisa digunakan untuk membantu manusia untuk menuliskan cerita langsung dari narasumber, dan prosesnya tentu akan menjadi jauh lebih cepat.

3. Analis Keuangan

Analis keuangan

Sumber: justscience.in
Sama halnya seperti pengacara, pekerjaan analis keuangan biasanya dipilih oleh kita karena pendapatan yang tinggi, namun tindakannya selalu terpola. Pekerjaan ini berhubungan dengan data dan komputer bisa dengan mudah mengenali pola melalui algoritma, jauh lebih cepat dari mata manusia sebagai analis.

Dengan taruhan milyaran dollar atau lebih di pasar saham, maka tidak mengherankan jika mesin dipercaya untuk mempelajari algoritma untuk meminimalisir kesalahan, selagi ada yang memprediksi bahwa sekitar 30 persen pekerjaan di sektor perbankan akan lenyap dari muka bumi karena AI.

4. Pekerja Medis

Pekerja medis

Sumber: irishtimes.comSelama suatu pekerjaan memiliki pola untuk pengambilan keputusan, maka pekerjaan tersebut tidak aman dari ancaman AI. Algoritma bisa menemukan satu pola tertentu untuk membuat diagnosa penyakit, perawatan yang terbaik untuk kanker, pemilihan obat atau bahkan melakukan operasi.

5. Pekerja Konstruksi atau Buruh Kasar

Pekerja konstruksi

Sumber: dissolve.com

Entah menyusun bata, atau bekerja di gudang, atau memilih buah dan sayuran dari kebun, tidak diragukan lagi bahwa akan ada banyak pekerja kasar yang akan kehilangan mata pencahariaannya ketika AI mengambil alih.

Keuntungannya untuk menggunakan robot adalah kemampuan mereka untuk bekerja non-stop tanpa merasa lelah atau kerumitan lainnya yang bisa disebabkan oleh manusia. Robot hanya perlu dipelihara tanpa kerepotan untuk menjaga hubungan baik antar manusia. Jadi bukan tidak mungkin para pemilik modal akan lebih memilih mempekerjakan robot ketimbang manusia.

Artikel Asli